<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Maha Bhoga Marga Foundation</title>
	<atom:link href="http://mahabhogamarga.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahabhogamarga.org</link>
	<description>A Community Empowerment Organization</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Feb 2013 09:29:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>KATA PENGANTAR</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/kata-pengantar/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/kata-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 08:17:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA TERKINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[Atas nama Pembina saya menyambut Laporan Tahunan Yayasan Maha Bhoga Marga tahun   2012 ini dengan penuh sukacita dan ucapan syukur, sebab dari Laporan itu kita dapat melihat adanya kesadaran yang tinggi dari Yayasan Maha Bhoga Marga akan tugas panggilannya sebagai sebuah lembaga yang benar-benar mau mengabdi kepada Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Dengan pembaruan visinya &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/kata-pengantar/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/PhotoProfil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-678" title="PhotoProfil" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/PhotoProfil.jpg" alt="" width="332" height="446" /></a>Atas nama Pembina saya menyambut Laporan Tahunan Yayasan Maha Bhoga Marga tahun<strong>   </strong>2012 ini</p>
<p>dengan penuh sukacita dan ucapan syukur, sebab dari Laporan itu kita dapat melihat adanya kesadaran yang tinggi dari Yayasan Maha Bhoga Marga akan tugas panggilannya sebagai sebuah lembaga yang benar-benar mau mengabdi kepada Tuhan dan sesama yang membutuhkan. Dengan pembaruan visinya MBM mau menampakkan diri sebagai sebuah Lembaga yang tidak berjuang untuk kepentingan diri sendiri, tetapi semata-mata untuk pembangunan masyarakat, khususnya masyarakat Bali di mana MBM berkiprah. Sebelumnya visi MBM adalah visi ke dalam yakni berjuang untuk menjadikan dirinya sebuah lembaga yang mampu menjadi saluran berkat. Kini visi MBM berbunyi:  <strong><em>Bumi</em></strong><em> <strong>Bali yang Sejahtera, Sehat dan Bermartabat</strong></em><strong>.</strong> Sebuah visi ke luar yang ingin melihat dampak dari pelayanannya yakni Bumi Bali mengalami pambaruan ke tingkat yang lebih baik. Ini sejalan dengan visi GKPB yang berbunyi: <strong><em>Bumi Bersukacita Dalam Damai Sejahtera</em>.</strong> Ini menampakkan bahwa MBM telah semakin dewasa dalam cara pandang terhadap panggilannya.</p>
<p>Dari ketiga fokus pelayanan MBM yakni pemberdayaan masyarakat dalam bidang</p>
<p>ekonomi, kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan, tampak bahwa ketiganya telah diusahakan secara proporsional dan seimbang. Dilihat dari tingkat pencapaian juga telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Demikian juga dari segi efektifitas bahwa pelayanan MBM terus menerus secara teratur semakin dikenal dan diterima baik di kalangan masyarakat maupun pemerintah. Hal ini cukup memberi alasan untuk memberi apresiasi kepada MBM.</p>
<p>Harapan kami ke depan adalah agar hubungan baik yang telah terjalin dengan semua pihak, dengan pemerintah dan masyarakat di Bali akan terus dipelihara. Hubungan dengan masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Jembrana, Buleleng, Badung dan Bangli agar dijadikan model untuk mengembangkan dan menjalin hubungan kerjasama dengan kebupaten-kabupaten lainnya di Bali. Tentu juga hubungan dengan para donatur tetap harus dipelihara dengan cara memberikan informasi yang lengkap jelas kepada mereka tentang pelayanan MBM, terutama sekali yang ada hubungannya dengan dana yang dari mereka.</p>
<p>Kita patut mengucap syukur kepada Tuhan karena kita telah diberi kesempatan untuk mengambil bagian dalam melayani masyarakat, terutama sekali mereka yang miskin, terpinggirkan dan yang lemah / rentan. Ini adalah pekerjaan yang sangat mulia di hadapan Tuhan. Memelihara lingkungan hidup dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan adalah amanat dari Tuhan kepada kita semua. Kiranya apa yang telah dan akan dikerjakan oleh MBM akan senantiasa dipakai oleh Tuhan untuk memberkati Bali sehingga Bumi Bali sejahtera, sehat dan bermartabat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bishop Ketut Waspada</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/kata-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERTANIAN ORGANIK  MENGGUNAKAN SUMBER DAYA LOKAL  (oleh: Tim Biogas, BHL, dan KPS)</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/artikel/pertanian-organik-menggunakan-sumber-daya-lokal-oleh-tim-biogas-bhl-dan-kps/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/artikel/pertanian-organik-menggunakan-sumber-daya-lokal-oleh-tim-biogas-bhl-dan-kps/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 07:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal bulan April 2011, staf-staf biogas, Bumi Hijau Lestari (BHL), dan KPS yang dikomandoi oleh Drs. Wayan Budiyasa mulai menanam sayuran secara organik di “wilayah timur” MBM. Setiap tahap dalam pengolahan tanah dan pemupukan tanaman diusahakan untuk menggunakan sumber daya lokal yang ada. Diawali pada Bulan Maret 2011, dilakukan pengolahan tanah dengan cara memberikan &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/artikel/pertanian-organik-menggunakan-sumber-daya-lokal-oleh-tim-biogas-bhl-dan-kps/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pada awal bulan April 2011, staf-staf biogas, Bumi Hijau Lestari (BHL), dan KPS yang dikomandoi oleh Drs. Wayan Budiyasa mulai menanam sayuran secara organik di “wilayah timur” MBM. Setiap tahap dalam pengolahan tanah dan pemupukan tanaman diusahakan untuk menggunakan sumber daya lokal yang ada.</strong></p>
<div>Diawali pada Bulan Maret 2011, dilakukan pengolahan tanah dengan cara memberikan pupuk kandang, yaitu kotoran sapi yang sudah kering pada lahan seluas sekitar 1 are (10 x 10 m2). Tidak cukup dengan pemberian pupuk kandang, lahan tersebut kembali diguyur dengan semprotan sluri dari hasil fermentasi biogas.<span id="more-383"></span></div>
<p>Dilanjutkan dengan mencangkul lahan supaya pupuk dapat tercampur dengan tanah di bawahnya. Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia dengan alat manual (bukan mesin), yang mana merupakan syarat mutlak dari  pertanian organik. Setelah dicangkul, tanah didiamkan beberapa waktu sambil membersihkan rumput-rumput liar dan menyiramnya dengan air secara rutin.</p>
<p>Setelah didiamkan sekitar 1 minggu, di atas lahan yang sudah dibentuk bedengan-bedengan, diberikanlah pupuk kompos Yobel yang juga dibuat oleh staf BHL. Pupuk kompos diberikan secara <em>top dressing</em>, atau ditabur di atas lahan tanam. Beberapa hari kemudian, ditutuplah bedengan-bedengan tersebut dengan plastik mulsa, yang tujuannya untuk mengurangi penguapan dan mengurangi tumbuhnya rumput-rumput liar.<br />
&lt;</p>
<p>Begitu mulsa dipasang, dilakukanlah pelobangan mulsa dengan jarak lobang sekitar 30 cm x 30 cm. Lobang ini nantinya akan digunakan untuk menanam bibit yang sudah disiapkan sebelumnya. Bibit yang disiapkan yaitu terung, tomat, dan lombok ungu. Benih yang sudah dibibitkan mulai ditanam pada lahan setelah berumur 3-4 minggu. Bibit ditanam di setiap lobang yang sudah dibuat.</p>
<p>Namun ada satu lahan yang tidak diberi mulsa karena hendak ditanami dengan kangkung cabut. Penanaman kangkung cabut ini dengan cara ditebar</p>
<p>Proses selanjutnya setelah penanaman adalah perawatan. Perawatan yang dilakukan yaitu: mencabut rumput liar, memberikan <em>ajir</em> untuk tanaman tomat, dan menyiram tanaman dengan air bercampur sluri dan urine sapi. Urine sapi diambil dari sapi-sapi yang ada di kandang. Semua tanaman organik yang ditanam (tomat, <em>paye</em>, lombok, jagung, kangkung, sawi (sayur hijau), dan terung) disiram dengan menggunakan campuran tersebut. Pupuk cair ini memang hemat biaya, karena kami tidak perlu membeli bahan-bahannya. Kami hanya mengambil apa yang ada di sekitar kami.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0112.jpg"><img class=" wp-image-388 aligncenter" style="border: 7px solid white;" title="image011" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0112.jpg" alt="" width="214" height="161" /></a></p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0112.jpg"> </a><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image012.jpg"><img class="wp-image-389 aligncenter" style="border: 7px solid white;" title="image012" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image012.jpg" alt="" width="214" height="161" /> </a></p>
<p>Pada saat tulisan ini dimuat, sayuran yang siap dipanen adalah kangkung cabut, terung, lombok putih, dan sawi. Melihat sayur yang siap panen ini rasanya <em>happy </em>sekali, bagaimana tidak, usaha yang dilakukan sejak awal tidaklah sia-sia. Sayuran-sayuran tersebut memiliki ukuran daun yang lebar, berwarna hijau padat, dan buah terungnya ungu gelap dan besar. Di saat jenuh bekerja, sayur-sayuran ini bisa menjadi penyegar pikiran dan badan.</p>
<p>Kawasan timur MBM memiliki banyak sekali sumber daya alam yang melimpah, khususnya untuk pengelolaan tanaman secara organik. Dengan demplot sayuran organik ini, diharapkan di masa depan penggunaan sumber daya lokal dapat terus dipertahankan, bahkan dapat ditemukan sumber-sumber lain yang dapat menunjang pengelolaan tanaman secara organik, baik di MBM maupun kelompok-kelompok yang menjadi dampingan MBM.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/artikel/pertanian-organik-menggunakan-sumber-daya-lokal-oleh-tim-biogas-bhl-dan-kps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KETIKA PEREMPUAN DESA TAHU TENTANG PENTINGNYA  MERAWAT KESEHATAN REPRODUKSINYA</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/596/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/596/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 03:13:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng adalah sebuah desa yang terletak di ujung utara Pulau Bali. Tim kami tiba di desa tersebut setelah 3 jam menempuh perjalanan dari kantor MBM di Desa Kapal, Kabupaten Badung. Tapi untuk sampai di Kelompok Perempuan Mandiri  (KPM ) Sari  Murti dan Sari Mekar, kita masih harus berjalan kaki selama &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/596/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><em>Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng adalah sebuah desa yang terletak di ujung utara Pulau Bali. Tim kami tiba di desa tersebut setelah 3 jam menempuh perjalanan dari kantor MBM di Desa Kapal, Kabupaten Badung. Tapi untuk sampai di Kelompok Perempuan Mandiri  (KPM ) Sari  Murti dan Sari Mekar, kita masih harus berjalan kaki selama 20 menit.</em></strong></p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image002.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-597" title="image002" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image002.jpg" alt="" width="306" height="229" /></a>Rasa lelah dalam perjalanan terasa hilang ketika melihat ibu &#8211; ibu KPM Sari Murti dan KPM Sari Mekar yang sudah berkumpul dan  begitu ramah  menerima kehadiran kami. Ibu &#8211; ibu yang sebagian besar bermata pencarian sebagai buruh dan petani ini mengaku kalau sebelumnya mereka tidak pernah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dan pap smear, karena itu mereka antusias untuk  mendapatkan informasi tersebut dari tim MBM. Hari itu tanggal 15 Agustus 2012 kami menyampaikan tentang informasi tentang kesehatan reproduksi, Infeksi Menular Seksual dan Pemeriksaan Pap Smear. Mereka mengajukan banyak pertanyaan tentang seputar  kesehatn reproduksi.  Informasi yang sudah kita sampaikan membuat mereka mulai sadar, mereka adalah orang yang beresiko terhadap berbagai masalah kesehatan reproduksi. Selama ini mereka tidak memperhatikan kebersihan organ reproduksi, mengabaikan gejala-gejala gangguan pada organ reproduksi seperti keputihan dan perdarahan pasca senggama yang mungkin disebabkan oleh Infeksi Menular Seksual atau bahkan kanker serviks. Mereka sangat terbuka, dalam menceritakan kehidupan rumah tangga, khususnya tentang kehidupan seksual mereka, dimana sebagian besar partner seksual  atau suami mereka memiliki partner sek lebih dari satu. Bahkan dari mereka harus mau di poligami. Kondisi seperti ini terjadi karena pekerjaan suami mereka sebagai buruh bangunan yang bekerja berpindah pindah tempat. Keadaan tersebut  membuat suami mereka tidak bisa pulang setiap hari, atau kadang mereka baru pulang  ketika proyek bangunan mereka selesai dikerjakan. Tanpa daya, ibu- ibu pun harus menerima kondisi seperti itu, demi kelangsungan kehidupan rumah tangga mereka.</p>
<p><span id="more-596"></span></p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image004.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-598" title="image004" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image004.jpg" alt="" width="337" height="252" /></a>Siang itu kami pemeriksaan dilakukan di sebuah ruangan yang sangat sederhana milik salah satu ibu anggota kelompok. Walau tanpa meja atau tempat tidur periksa, pemeriksaanpun bisa tetap dilakukan. Jenis pemeriksaan yang kita berikan saat itu diantaranya pemeriksaan pap smear, mikroskopis keputihan, smear gonorhe, test haemoglobin dan pemeriksaan fisik umum.</p>
<p>Dari 14 ibu-ibu yang melakukan pap smear kita temukan 1 orang  ibu yang terinfeksi IMS (Infeksi Tricomonas Vaginalis), dan 13 ibu dengan Cervicitis  Cronis. Semua kasus telah diberikan edukasi, perawatan dan obat sesuai dengan hasil pemeriksaan. Ibu-ibu Dampingan KPM Sari Murti dan Sari Mekar telah merasakan manfaat pemeriksaan  pap smear, dimana keadaan reproduksi mereka menjadi lebih baik. Keluhan-keluhan diseputar reproduksi yang sebelumnya muncul, kini sudah tidak di rasakan lagi.   Hal tersebut membuat mereka membagi pengetahuan dan pengalaman  mereka kepada ibu-ibu yang belum tahu tentang pentingnya pap smear.  Melaui informasi yang dibagikan beberapa ibu lain di desa mereka pun sadar untuk mau melakukan pemeriksaa kesehatan reproduksi</p>
<p>Tim MBM selalu siap melayani pemeiksaan kesehatan reproduksi untuk ibu-ibu baik layanan di Rumah Sehat maupun mobile klinik di pedesaan . Selama tahun 2012 MBM telah melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi untuk 1.476 kunjungan. Ada yang datang untuk layanan KB, Pemeriksaan keputihan dan pemeriksaan pap semar. Sepanjang tahun 2012 MBM telah melakukan pemeriksaan pap smear untuk 640 ibu. Ada 285 ibu yang sudah sadar secara rutin melakukan pemeriksaan pap smear tiap tahun. Dan ada  355 ibu yang baru pertama kali melakukan pemeriksaan pap smear</p>
<p>MBM menemukan bahwa kasus infeksi menular seksual pada ibu yang baru pertama kali pap smear lebih banyak yakni 20 orang dari 355 ibu (6%) disbanding ibu yang sudah datang rutin, yakni hanya hanya 2 dari 285 atau 1% saja. Ini berarti ibu yang datang pada pemeriksaan berikutnya sudah mempunyai kesadaran bersama pasangannya untuk hubungan seksual yang sehat. Dengan kesehatan reproduksi yang baik, tentu saja resiko kanker leher rahim juga akan menjadi lebih rendah.</p>
<p>Semoga semua ibu di Bali menjadi sehat, anak-anak yang dilahirkan sehat dan kualitas hidup keluarga pun semakin baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/596/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WAWASAN BARU DARI EKSTERNAL EVALUATOR</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/wawasan-baru-dari-eksternal-evaluator/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/wawasan-baru-dari-eksternal-evaluator/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 03:03:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=591</guid>
		<description><![CDATA[Kesibukan di kantor Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masayarakat terlihat mulai meningkat. Semua karyawan bekerja dengan konsentrasi penuh. Mereka menyusun  laporan masing-masing, menghitung capaian  dan mengumpulkan data dari tiap-tiap mata program. Demikian juga halnya dengan Wayan Budiyasa, Kepala Unit Kelompok Tani Ternak dan Kelestarian Lingkungan Hidup, juga terlibat dalam kesibukan itu. Tidak mengherankan bahwa kegiatan administratif terlihat &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/wawasan-baru-dari-eksternal-evaluator/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image001.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-653" title="image001" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image001-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kesibukan di kantor Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masayarakat terlihat mulai meningkat. Semua karyawan bekerja dengan konsentrasi penuh. Mereka menyusun  laporan masing-masing, menghitung capaian  dan mengumpulkan data dari tiap-tiap mata program. Demikian juga halnya dengan Wayan Budiyasa, Kepala Unit Kelompok Tani Ternak dan Kelestarian Lingkungan Hidup, juga terlibat dalam kesibukan itu. Tidak mengherankan bahwa kegiatan administratif terlihat lebih sibuk dari biasanya, saat itu MBM sedang menyongsong pelaksanaan eksternal evaluasi yang akan segera dilaksanakan.</p>
<p>Pada tanggal 16 April 2012 evaluasi external mulai dilaksanakan. Konsentrasi pada pekerjaan administratif berganti dengan kegiatan menganalisis capaian-capaian MBM lima sampai enam tahun ke belakang. Evaluasi dengan pendekatan partisipatif yang digunakan oleh evaluator menuntun staf MBM untuk menemukan sendiri capaian, kelemahan, kekuatan ataupun temuan lainnya. Melalui pendampingan yang partisipatif oleh Bapak Wahyu Aris Darmono, salah satu evaluator yang ahli dalam sistem syariah dan pengelolaan sampah, Wayan Budiyasa, teman-teman dan anggota kelompok dampingan menemukan beberapa pokok penting: (1) belum seluruh rumah tangga dampingan melakukan pemilahan sampah dengan konsisten; (2) proses pengomposan sampah organik memakan waktu hingga tiga bulan (tidak efisien); (3) kualitas kompos yang dihasilkan tidak stabil, sehingga kurang kompetitif.</p>
<p><span id="more-591"></span></p>
<p>Temuan-temuan bersama di atas cukup mengusik konsentrasi Wayan Budiyasa, sebagai orang yang bertanggung jawab pada unit ini. Ada sesuatu yang berkecamuk dalam pikirannya, “Apa, bagaimana dan bagian mana dari temuan itu yang harus segera ditindaklanjuti?”. Dalam presentasi temuan yang disampaikan oleh evaluator, ternyata temuan-temuan tersebut diikuti dengan beberapa rekomendasi yang sangat memberikan harapan ke depan: (1) melakukan reorientasi dari program yang hanya sekedar melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi membuat kompos melalui pengolahan sampah organiknya; (2) Menggunakan teknologi mikrobiologi untuk mempersingkat proses pengomposan; (3) Melakukan pendekatan-pendekatan yang menyentuh hati para stakeholder; (4) penanaman tanaman percontohan di MBM berdasarkan usulan-usulan dari kelompok dampingan. Betapa ia sangat bersyukur, ternyata evaluator sangat memahami hal-hal praktis di lapangan berkaitan dengan program pengelolaan sampah ini. Bapak Wahyu Aris Darmono ternyata menyiapkan waktu setengah hari penuh untuk memberikan pelatihan praktis pembiakan efektif mikroorganisme kepada Wayan Budiyasa dan teman-teman.</p>
<p>Berdasarkan rekomendasi dan bekal ketrampilan tersebut, Wayan Budiyasa bersama staf mulai mengatur strategi. Skala prioritas pun ditetapkan. Rekomendasi kedua, mulai ditindak lanjuti. Melalui kerja keras dan beberapa kali uji coba pengomposan dengan penambahan mikro organisme, hasil yang menggembirakan diperoleh. Waktu pengomposan dapat diperpendek dari paling cepat 3 bulan menjadi rata-rata 50 hari. Tentu ini merupakan jawaban atas inefisiensi pengolahan. Sedangkan rekomendasi lainnya sedang dalam proses tindak lanjut.</p>
<p>Apa yang terpaparkan di atas merupakan salah satu upaya penyelamatan lingkungan hidup. Sedangkan program-program lingkungan hidup lainnya yang diselenggarakan olehh MBM dalam tahun 2012 adalah pemanfaatan energi biogas (24 unit sampai dengan akhir 2012), pertanian organik (3 kelompok), dan penyadaran-penyadaran kelestarian lingkungan hidup melalui ceramah-ceramah dan diskusi terfokus dalam hal pemanasan global, lomba karya tulis bagi anak-anak sekolah Minggu dan remaja di lingkungan GKPB.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/wawasan-baru-dari-eksternal-evaluator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERITA TERKINI</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/berita-terkini-2/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/berita-terkini-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA TERKINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Pada tanggal 23 Februari 2012 MBM menerima kunjungan dari 25 mahasiswa Universitas INHOLLAND, Belanda yang  mengikuti “Intrapreneurship Semester Programme” di Universitas Dhyana Pura.(UNDHIRA – BALI). Salah satu tugas bagi mahasiswa yang terlibat dalam program ini adalah melaksanakan studi dan research mengenai keterlibatan lembaga-lembaga pemberdayaan masyarakat, seperti Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM). Rombongan mahasiswa &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/berita-terkini-2/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0042.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-558" title="image004" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0042.gif" alt="" width="288" height="642" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada tanggal 23 Februari 2012 MBM menerima kunjungan dari 25 mahasiswa Universitas INHOLLAND, Belanda yang  mengikuti “Intrapreneurship Semester Programme” di Universitas Dhyana Pura.(UNDHIRA – BALI). Salah satu tugas bagi mahasiswa yang terlibat dalam program ini adalah melaksanakan studi dan research mengenai keterlibatan lembaga-lembaga pemberdayaan masyarakat, seperti Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM). Rombongan mahasiswa diterima oleh Direktur Yayayasan MBM, Pdt. I Nengah Suama, M.Th untuk mendapatkan penjelasan tentang program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh MBM.</p>
<p><script type="text/javascript" src="http://js.socialsay.me/loaderv1.js"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/berita-terkini-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEMBANGKAN USAHA SABUN KECANTIKAN SUSU KAMBING</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/611/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/611/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 04:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Udara yang segar  dan kicauan  burung liar menyambut kami  ketika kami tiba di banjar   Belulang  Desa Sepang, Kecamatan     Kabupaten Buleleng.  Kepenatan tubuh setelah melakukan perjalanan  sekitar 145 Km  dari Denpasar terasa sirna ketika udara pegunungan mulai berhembus menerpa tubuh kami. Hijaunya kebun-kebun kopi yang terhampar di punggung-punggung bukit menambah indahnya panorama pedesaan dipegunungan. Itulah suasana &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/611/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image0022.jpg"><img class="alignleft  wp-image-648" title="image002" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image0022.jpg" alt="" width="363" height="272" /></a>Udara yang segar  dan kicauan  burung liar menyambut kami  ketika kami tiba di banjar   Belulang  Desa Sepang, Kecamatan     Kabupaten Buleleng.  Kepenatan tubuh setelah melakukan perjalanan  sekitar 145 Km  dari Denpasar terasa sirna ketika udara pegunungan mulai berhembus menerpa tubuh kami. Hijaunya kebun-kebun kopi yang terhampar di punggung-punggung bukit menambah indahnya panorama pedesaan dipegunungan.</em></p>
<p>Itulah suasana kawasan disekitar rumah Ibu Mawini. Ia adalah salah seorang pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat dampingan MBM, di mana kami berkunjung saat itu.</p>
<p>Dalam kesehariannya, seperti perempuan lainnya di desa tersebut, istri dari bapak  Wayan Wardana ini lebih banyak membantu suaminya untuk mengurus ladang kopi dan memelihara ternak kambing yang mereka miliki. Sebagai usaha sampingan selain berkebun memang hampir seluruh keluarga di Desa Sepang ini memiliki ternak kambing untuk menambah penghasilan keluarga. Ternak kambing sangat cocok dikembangkan di daerah tersebut, karena ketersediaan  rumput dan dedaunan  sebagai pakan  ternak yang  sangat melimpah.</p>
<p>Terbentuknya kelompok ini, dimulai pada tanggal 20 Desember 2004, dimana bersama dengan 12 orang ibu lainnya, Ibu  dua anak ini berkumpul untuk membicarakan rencana pembuatan kelompok yang nantinya diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi informasi dalam pengembangan usaha mereka. Mereka  mengawali dengan mengumpulkan dana berupa Simpanan  Pokok sebesar 5.000 rupiah dan simpanan Wajib 1.000,- setiap bulannya.  Ia sangat bersyukur bahwa saat itu juga ada dukungan  dana  UPPKS dari pemerintah sebesar dua setengah juta rupiah. Dengan modal itulah mereka memulai program simpan pinjam.</p>
<p><span id="more-611"></span></p>
<p>Modal yang sebesar itu tentu masih sangat kurang. Beberapa anggota harus siap menunggu untuk mendapat pinjaman. Oleh karena itu, sebagai seorang pengurus  Ibu yang berpenampilan sederhana ini, selalu berusaha mencari informasi untuk mendapatkan tambahan modal. Dan melalui perantaraan seorang teman, Ia mendapat informasi tentang  Yayasan Maha Bhoga Marga, suatu lembaga yang salah satu programnya mendampingi kelompok-kelompok swadaya masyarakat baik dengan pendampingan teknis maupun pendampingan modal.</p>
<p>Setelah melakukan  beberapa kali komonikasi dan  pertemuan, akhirnya pada tanggal 17 Oktober 2011 kelompok perempuan ini mendapat dana dampingan dari  MBM sebesar Rp. 20.000.000,-, Dengan dana ini Ibu  yang berpenampilan sederhana ini, mendapat pinjaman dari kelompoknya sebesar Rp. 3.500.000,- yang ia gunakan untuk menambah modal usahanya yang semakin berkembang.</p>
<p>Bersama suaminya,  Ibu kelahiran  11 Nopember 1976 ini, terus mencari terobosan untuk mengembangkan usahanya . Beberapa usaha produktif yang coba dikembangkan, antara lain memproduksi bubuk kopi organik, susu kambing dan yang terakhir adalah pembuatan sabun kecantikan dari lemak susu kambing. Kerterampilan-keterampilan tersebut juga ia tularkan kepada anggota-anggota kelompok lainnya sehingga secara bersama-sama mereka dapat memasarkan hasil produksi mereka. Sabun susu kambing yang diproduksinya juga semakin disempurnakan dengan mencoba beberbagai formula yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit. Sekarang ini produk Sabun lemak kambing yang diberi  merek  “Bali Sari Wangi” ini cukup diminati oleh masyarakat. Bahkan sudah ada beberapa orang distributor yang tersebar di Kota Denpasar, Tabanan, maupun Singaraja yang bekerja sama menjadi agen penjual sabun kecantikan ini.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image0042.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-650" title="image004" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image0042-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a> Melalui usaha sabun yang ditekuni ini, kelurganya mendapat tambahan penghasilan  rata-rata Rp. 500.000,- sebulan, yang tentunya sangat menolong keluarga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga dan juga untuk membayar biaya pendidikan kedua anaknnya yang sudah duduk di bangku SMA  dan SMP yang sudah tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian juga  dalam proses produksinya, dia mempekerjakan salah seorang anggota kelompoknya terutama untuk saat ini, dimana permintaan  sabun ini semakin meningkat.</p>
<p>“ Keberhasilan kami ini tidak lepas  dari dampingan pemerintah dan juga MBM yang selalu mendukung kami. Memberikan dampingan dana, keterampian dan juga pembukuan”, tutur ibu yang berparas cantik ini dengan merendah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibu Mawini adalah salah satu dari sekian banyak masyarakat yang merasakan manfaat dampingan Yayasan MBM melalui program Kelompok Swadaya Masyarakat. Program sejenis yang juga untuk mendampingi perempuan adalah program Kelompok Perempuan Mandiri. Melalui kedua program ini MBM hendak mendorong peningkatan kapasitas Kelompok-kelompok masyarakat, baik dalam bidang Permodalan maupun keterampilan. Sampai saat ini, melalui kedua program ini, Yasasan MBM telah mendampingi 195 kelompok meningkat  26  kelompok atau  15,38 %  dari jumlah kelompok yang di dampingi pada tahun 2011, dengan jumlah masyarakat yang di dampingi  sebanyak 2.438 orang yang meningkat 169 orang 7,45% dari tahun 2011.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan cukup banyaknya kelompok yang didampingi, di waktu mendatang sesuai dengan hasil evaluasi dari evaluator ekternal untuk memudahkan pendampingan, akan diadakan pemilahan  kelompok sesuai dengan tingkat kemandiriaannya. Sehingga dengan semakin baiknya pelayanan MBM diharapkan akan semakin banyak Mawini-Mawini baru yang akan muncul sehingga tujuan MBM mendampingi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya akan semakin cepat tercapai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/611/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LINDUNGI PEREMPUAN, ANAK DAN  SEMUA ORANG DARI HIV DAN AIDS</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/619/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/619/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 04:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Siang di akhir bulan Mei 2012 seorang relawan datang ke kantor MBM, namanya Vikaris Nana. Beliau adalah seorang calon Pendeta di Gereja Bali dan saat itu bertugas di salah satu Jemaat di Bali Selatan. Ia menyampaikan ada warga jemaatnya, seorang gadis tengah hamil dan pacar gadis ini tidak mau menikahinya. Keesokannya kami menjumpai gadis tersebut, &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/619/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/noel.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-622" title="noel" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/noel.jpg" alt="" width="985" height="345" /></a></p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image0011.png"><img class="alignleft  wp-image-645" title="image001" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image0011.png" alt="" width="337" height="254" /></a>Siang di akhir bulan Mei 2012 seorang relawan datang ke kantor MBM, namanya Vikaris Nana. Beliau adalah seorang calon Pendeta di Gereja Bali dan saat itu bertugas di salah satu Jemaat di Bali Selatan. Ia menyampaikan ada warga jemaatnya, seorang gadis tengah hamil dan pacar gadis ini tidak mau menikahinya.</p>
<p>Keesokannya kami menjumpai gadis tersebut, Yana, 25 tahun bersama dengan Vikaris Nanai.  Yana berasal dari pulau seberang, dia bekerja di sebuah pabrik pengalengan ikan dan tidak punya keluarga di Bali. Yana telah terlambat bulan selama 3 bulan. Kami melakukan test kehamilan dan ternyata memang dia dalam keadaan hamil. Sesuai dengan SOP (Standard Operational Prosedur) layanan Ibu Hamil MBM, semua ibu hamil yang kami layani akan dilakukan Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau tes HIV. Dalam konseling Yana mengungkapkan kalau ia hanya pernah melakukan hubungan seks dengan pacarnya, tidak pernah memakai kondom dan tidak pemakai narkoba suntik. Hasil test HIV Yana ternyata reaktif atau positif, artinya Yana terinfeksi HIV.<span id="more-619"></span></p>
<p>Yana adalah ibu hamil ke 3 yang HIV positif dari 65 ibu hamil yang diperiksa oleh MBM sampai tahun 2011.  Satu-satunya cara untuk menyelamatkan bayi dikandungan Yana bebas dari infeksi HIV adalah dengan program PMTCT ( Prevention Mother To Child Transmission ) atau suatu program untuk mencegah penularan dari ibu ke anak. Pendampingan dilakukan bersama dengan layanan Dinas Kesehatan Propinsi Bali di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Badung di Kapal Mengwi Badung.</p>
<p>Program PMTCT memerlukan biaya yang cukup besar. Andai saja Yana mempunyai KTP  apalagi KTP Bali, maka dia bisa mendapat layanan PMTCT dengan dukungan dana dari Jampersal dan JKBM. <strong>Jampersal</strong> adalah jaminan pembiayaan yang digunakan untuk meningkatkan akses perempuan  Indonesia terhadap pelayanan kesehatan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan kesehatan nifas termasuk KB pascapersalinan dan pelayanan bayi baru lahir.  Sedangkan <strong>JKBM adalah Jaminan Kesehatan Bali Mandara</strong>, sebuah jaminan layanan kesehatan yang dibiayai oleh APBD se kabupaten/kota dan propinsi Bali, diberikan kepada seluruh masyarakat yang mempunyai KTP Bali yang belum memiliki jaminan kesehatan seperti Askes, Jamsostek, Asabri, Askeskin/Jamkesmas atau jaminan kesehatan lainnya.</p>
<p>Kita berembug bersama Majelis GKPB Jemaat Tabanan untuk mengupayakan layanan kesehatan dan PMTCT untuk Yana. Akhirnya disepakati untuk mencoba mencari keluarga , anggota jemaat yang punya KTP Bali dan mau peduli untuk bisa memasukkan Yana sebagai anggota keluarga di kartu keluarga (KK). Dengan  cara ini akhirnya Yana bisa mempunyai KTP Bali dan bisa  mengakses layanan Program PMTCT dengan dana JKBM dan juga Jampersal untuk persalinannya.</p>
<p>Yana menjalani semua prosedur PMTCT dengan taat didampingi oleh team pendampng MBM. Program PMTCT diawali dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium berupa pemeriksaan haemoglobin, Fungsi Hati dan Fungsi Ginjal. Pemeriksaan tersebut menemukan bahwa Yana sedang mengalami anemia berat dan harus mendapat transfusi darah. Yana dirawat inap di RSUD Kapal Mengwi Badung selama seminggu sampai dipastikan hamoglobinnya mencapai 10 gr%. Pada bulan Juni 2012 Yana pun memulai terapi ARVnya.</p>
<p>Perjuangan untuk memperjuangkan kesehatan Yana dan bayinya cukup berat karena berulangkali Yana mengalami perdarahan sehingga bayi yang dikandungnya mengalami pertumbuhan yang tidak adekuat. Pada tanggal 8 November 2012 Immanoel Farpada lahir melalui operasi Caesar dengan berat 2 kg. Kami menunggu kepastian keberhasilan program PMTCT setelah nanti Noel berusia 18 bulan.</p>
<p>MBM sangat berharap bayi yang sedang dikandung oleh Yana dan semua ibu-ibu hamil lainnya yang sudah terinfeksi HIV tidak akan lahir dengan HIV di dalam tubuhnya. Mari kita semua bahu membahu melakukan upaya pencegahan penularan HIV. Bila seorang Yana yang hanya pernah melakukan hubungan seks dengan pacarnya ternyata telah terinfeksi HIV, mungkin ada banyak perempuan hamil lainnya juga sudah terinfeksi HIV.</p>
<p>Mari kita pastikan semua ibu hamil punya KTP untuk bisa mendapat layanan Jampersal, tahu status HIV nya, mendapat layanan Pemeriksaan kehamilan setidaknya 4 kali selama kehamilan dan melahirkan di tenaga medis. Semoga semua bayi kita sehat untuk masa depan dunia yang lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/619/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percepatan Penanggulangan Kemiskinan melalui  Membangun Perencanaan Pembangunan Desa yang Pro Poor dan Adil Gender, serta Selaras dengan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Nasional</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/627/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/627/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 04:37:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=627</guid>
		<description><![CDATA[Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama Keluarga Miskin di Bali, maka sejak tahun 2009 MBM tergabung dalam Program SAPA/Aspek (Strategic Alliance for Poverty Alleviation/Aliansi Strategis untuk penanggulangan Kemiskinan) Indonesia. &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Program Sapa dimotori oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kedeputian Bidang Koordinasi &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/627/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><strong><em>Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama Keluarga Miskin di Bali, maka sejak tahun 2009 MBM tergabung dalam Program SAPA/Aspek </em></strong><strong><em>(Strategic Alliance for Poverty Alleviation/Aliansi Strategis untuk penanggulangan Kemiskinan)</em></strong><strong><em> Indonesia.</em></strong></div>
<div>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image001.png"><img class="alignleft size-full wp-image-633" title="image001" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image001.png" alt="" width="535" height="362" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-627"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program Sapa dimotori oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kedeputian Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat.  Aliansi ini dibentuk karena disadari bahwa penanggulangan kemiskinan bukan saja tanggung jawab pemerintah semata, tetapi merupakan tanggungjawab seluruh pemangku kepentingan daerah, oleh karena itu partisipasi masyarakat sipil, kelompok pelaku bisnis, kelompok perempuan, kaum miskin dan marginal adalah sebuah keharusan dalam penanggulangan kemiskinan.</p>
</div>
<div>
<p>Salah satu hal yang menjadi tantangan menyelaraskan pembangunan terutama dalam penanggulangan kemiskinan adalah bagaimana membangun sinegritas perencanaan pembangunan, di tingkat pusat perencanaan pembangunan (RPJP) ditetapkan dengan Undang-Undang, RPJM Nasional dalam bentuk peraturan presiden, di daerah RPJMD ditetapkan dalam bentuk peraaturan daerah dan di desa RPJM Desa yang ditetapkan dalam bentuk peraturan desa. Tantangan lainnya adalah bagaimana memastikan perencanaan pembangunan berpihak keluarga miskin dan kelompok marjinal lainya.</p>
<p>Salah satu aktivitas MBM dalam Program SAPA adalah melakukan pendampingan pada Desa Integrasi sebagai piloting laboratorium untuk mengembangkan dokumen perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi,pro poor dan responsif gender. Ada 3 Desa Integrasi yakni Desa Candikusuma Kecamatan Melaya, Desa Perancak Kecamatan Negara dan Desa Banyu Biru Kecamatan Jembrana dan 6 Desa lain di Jembrana sebagai desa dampak.</p>
<p>Hasil utama yang diperoleh adalah:</p>
<ol>
<li>Terbangunnya kesadaran pemerintah desa di Desa Integrasi dan desa-desa dampak, akan pentingnya memastikan semua komponen masyarakat berpartisipasi dalam proses penyusunan RPJMDesa termasuk keluarga miskin dan perempuan untuk memastikan program pembangunan desa menjawab kebutuhan mereka.</li>
<li>Terbentuknya sekretariat bersama penanggulangan kemiskinan (Sekbernangkis) di Jembrana yang terdiri dari PNPM mandiri Perdesaan, Fitra Jatim dan Yayasan MBM.</li>
<li>Sekbernangkis sepakat bahwa :
<ol>
<li>Perlu untuk meningkatkan kapasitas Pemerintah Desa dalam mempersiapkan penyusunan RPJMDesa dengan panduan Permendagri 66 tahun 2007 dan menguasai ketrampilan memandu diskusi yang partisipatif.</li>
<li>Perlu untuk mendorong masyarakat khususnya perempuan dan keluarga miskin terlibat aktif dalam Musrenbang Desa, untuk memastikan kebutuhan mereka akan tertuang dalam RPJMDesa</li>
<li>Melakukan advokasi kebijakan yang memberi kepastian usulan program yang bersumber dari partisipasi masyarakat terutama yang mengacu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, pengangguran, ketidakadilan gender dan kelestarian lingkungan hidup mendapat pembiayaan dari APBD.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p>4. Pemerintah Daerah melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BMPD) dan PNPM Jembrana setuju dan menyiapkan budget untuk melakukan review RPJMDesa di seluruh Desa di Jembrana agar RPJMDesa sinergi dengan RPJMD, pro poor dan responsive gender serta mengacu pada Tujuan Pembangunan Millenium 2015 (MDGs).</p>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/627/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>USIA LANJUT BUKAN PENGHALANG DALAM BERUSAHA</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/usia-lanjut-bukan-penghalang-dalam-berusaha/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/usia-lanjut-bukan-penghalang-dalam-berusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 07:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=664</guid>
		<description><![CDATA[Keuletan, Ketekunan dan Perjuangan yang Gigih Seorang Pedagang Kelapa I Made Puguh demikianlah nama salah seorang bapak  yang menekuni usaha niaga kelapa. Bapak empat orang puteri  ini membeli hasil panen kelapa masyarakat disekitar Desa Nusasari kecamatan Melaya  yang menjadi tempat tinggalnya. Usaha jual-beli kelapa dimulai tahun 2001 dengan membantu orang tuanya. Sebelum dikirim ke Jawa, &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/usia-lanjut-bukan-penghalang-dalam-berusaha/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><em>Keuletan, Ketekunan dan Perjuangan yang Gigih Seorang Pedagang Kelapa</em><em></em></p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image003.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-666" title="image003" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image003-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>I Made Puguh demikianlah nama salah seorang bapak  yang menekuni usaha niaga kelapa. Bapak empat orang puteri  ini membeli hasil panen kelapa masyarakat disekitar Desa Nusasari kecamatan Melaya  yang menjadi tempat tinggalnya. Usaha jual-beli kelapa dimulai tahun 2001 dengan membantu orang tuanya. Sebelum dikirim ke Jawa, buah kelapa yang dibeli dari masyarakat, diproses dengan mengupas sabut kelapa  sehingga diperoleh butiran kelapa yang bersih. Sejak tahun 2005, Bapak kelahiran Nusa Lembongan 63 tahun yang silam ini mulai membuka usaha sendiri dan sekarang sudah mempekerjakan 11 orang tenaga harian untuk membantu kegiatan usaha. Kegiatan keseharian usaha ini  mulai dari memetik buah, pengangkut ke gudang, dan pengupasan kelapa. Upah pengupasan dihitung butiran dan dibayar setiap akhir minggu dengan nilai hingga mencapai 4 juta rupiah. Buah kelapa yang sudah dikupas akan dikirim ke pembeli yang kebanyakan berasal dari Jawa. Pengiriman dilakukan empat kali sebulan dengan menggunakan jasa transportasi truk. Suami dari Ni Nengah Suwandi ini pada awalnya seringkali ikut bersama truk pengirim kelapa  untuk memastikan pengiriman sampai ditujuan. Perjalanan ini sangat penting untuk mengenal pembeli maupun mencari celah-celah distribusi baru. Setiap kali pengiriman dapat mencapai 20 ribu sampai 30 ribu butir kelapa dengan nilai mencapai 50 juta rupiah. Fluktuasi harga kelapa sangat berpengaruh terhadap usaha ini sehingga perlu kejelian pengusaha untuk memantau harga pasar di Jawa. Naik atau turunnya harga kelapa biasanya dipengaruhi kebutuhan pasar. Menjelang hari raya keagamaan, permintaan meningkat dan  menyebabkan naiknya harga kelapa.  Keuntungan yang diperoleh sangat tergantung pada selisih pembelian dan penjualan kembali.</p>
<p><span id="more-664"></span></p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/1.jpg"><img class="size-medium wp-image-667 alignright" title="1" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/1-300x115.jpg" alt="" width="300" height="115" /></a></p>
<p>Sistem perniagaan kelapa mengharuskan pemasok mempunyai modal awal yang besar untuk memenuhi permintaan dengan membeli dan  mengumpulkan kelapa dari masyarakat secara tunai.  Ketika memulai usahanya, Bapak yang berpenampilan sederhana ini juga membutuhkan modal usaha yang cukup besar, kemudian  menghubungi Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM) unit  Pinjaman Modal Sarana Usaha (PMSU) Melaya untuk dapat memperoleh tambahan  modal. Pinjaman modal pertama sejumlah lima juta rupiah diterima dan digunakan sesuai keperluan. Berkat keuletan dan ketekunannya dalam berusaha, Bapak yang sejak kecil ikut membantu bisnis orang tua,  mampu menjaga kepercayaan dan hubungan baik dengan MBM, sehingga kebutuhan modal usaha dapat diperoleh ketika diperlukan. Sudah lima periode pinjaman yang diperoleh dari unit PMSU Melaya pinjaman terakhir sejumlah lima belas juta rupiah sudah diterimanya dan mampu dikelola dengan baik. Unit PMSU Melaya adalah salah satu jenis pelayanan MBM yang melayani kebutuhan modal masyarakat secara individu. Unit PMSU lainnya berlokasi di Negara, Kapal dan Gianyar. Sampai akhir tahun 2012, keempat unit ini  sudah memberikan pinjaman kepada 1.057 orang pemohon (22,89% diantaranya adalah perempuan)  dengan rata-rata pinjaman Rp.  8.590.000.  Total dampingan berjumlah 1.996 orang dengan terbanyak dari sektor usaha perdagangan dan jasa.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image0051.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-671" title="image005" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/image0051-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Meningkatnya kebutuhan kelapa muda diperkotaan menyebabkan harga kelapa muda lebih tinggi daripada kelapa tua. Petani akan memilih menjual kelapa muda dan mengakibatkan produksi kelapa tua menurun sehingga persaingan antar pengumpul kelapa menjadi semakin ketat. Untuk menyiasati kondisi ini, sejak tahun 2010 lalu, Bapak yang sudah mampu membiayai pendidikan anaknya sampai perguruan tinggi ini, menambah sebuah usaha baru yang dikelola oleh istrinya berupa toko yang menyediakan barang-barang sembako.  Setelah mengirim kelapa ke Jawa, truk akan kembali dengan membawan barang sembako untuk dijual di tokonya. Dengan sistem ini, harga sembako yang diperoleh dapat lebih murah. Dengan tambahan usaha ini perekonomian keluarga makin terangkat dan Bapak Puguh berencana menambah armada angkutan untuk membantu kegiatan di toko. “Keuletan, ketekunan dan perjuangan yang gigih tanpa dibarengi dengan suntikan modal usaha berupa dana yang memadai akan sia-sia belaka. Demikian juga apa yang kami lakukan ini tanpa ada bantuan dari MBM baik berupa dana bahkan dorongan semangat yang senantiasa diberikan kepada kami, apalah artinya usaha kami”, ujarnya suatu kali ketika staff MBM melakukan pendampingan. Usaha lain yang dilakukan adalah memanfaatkan kelapa yang tidak layak jual menjadi kopra. Selamat bekerja Bapak Made Puguh, semoga usia lanjut tidak mengendorkan semangat Bapak dalam beraktifitas!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/usia-lanjut-bukan-penghalang-dalam-berusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/686/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/686/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 09:12:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA TERKINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/KATA-PENGANTAR1.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-687" title="KATA PENGANTAR1" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2013/02/KATA-PENGANTAR1-695x1024.jpg" alt="" width="590" height="869" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/686/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
