<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Maha Bhoga Marga Foundation</title>
	<atom:link href="http://mahabhogamarga.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mahabhogamarga.org</link>
	<description>A Community Empowerment Organization</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 06:39:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>KATA PENGANTAR</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/152/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/152/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 02:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAPORAN TAHUNAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Yayasan Maha Bhoga Marga, sebagai salah satu lembaga Pelayanan GKPB (Gereja Kristen Protestan di Bali) mengemban tugas Diakoni Gereja atau pelayanan kasih gereja kepada masyarakat. Dalam tahun 2011 Yayasan MBM telah berusaha melaksanakan tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya sesuai dengan mandat Sinode GKPB yang telah dituangkan dalam bentuk perencanaan strategis atau program pelayanan. Program pelayanan &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/152/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image002.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-153" style="border: 7px solid white;" title="image002" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image002.jpg" alt="" width="175" height="273" /></a>Yayasan Maha Bhoga Marga, sebagai salah satu lembaga Pelayanan GKPB (Gereja Kristen Protestan di Bali) mengemban tugas Diakoni Gereja atau pelayanan kasih gereja kepada masyarakat. Dalam tahun 2011 Yayasan MBM telah berusaha melaksanakan tugas pelayanan yang dipercayakan kepadanya sesuai dengan mandat Sinode GKPB yang telah dituangkan dalam bentuk perencanaan strategis atau program pelayanan. Program pelayanan tersebut, tidak hanya meliputi program pelayanan karitatif atau reformatif tapi juga meliputi program pelayanan yang bersifat transformatif. Pelayanan kasih itu dilaksanakan oleh Yayasan MBM untuk semua golongan masyarakat tanpa memandang suku, agama dan ras, dengan tujuan membangun masyarakat sipil Bali yang kuat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya dalam bidang ekonomi dan kesehatan. <span id="more-152"></span></p>
<p>Program Pelayanan yang telah dilaksanakan oleh Yayasan MBM dalam tahun 2011 meliputi: (1) Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat &amp; Advokasi, yang terdiri dari kegiatan-kegiatan: pendampingan dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan melalui penyuluhan-penyuluhan, seminar-seminar kesehatan dan melalui pelayanan klinik menetap maupun mobile, dalam upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat; pendampingan dan pemberdayaan dalam bidang keterampilan melalui kursus-kursus, training dan pelatihan-pelatihan menjahit, membuat kue dsbnya; pendampingan dalam bidang advokasi yang meliputi upaya kesetaraan gender, KDRT, Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa, dan menyiapkan rumah aman bagi korban KDRT dan ODHA. (2) Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan, yang meliputi kegiatan-kegiatan: pendampingan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan modal usaha untuk kelompok swadaya masyarakat dan program pengolahan sampah rumah tangga, biogas, sampah organik dan demplot-demplot pertanian organik. (3) Bagian Sekretariat yang menangani unit gedung, pengelolaan sumber pendanaan, mengupayakan dan meningkatkan kemitraan, peningkatan SDM dan unit usaha kayu sebagai kegiatan penguatan institusi.</p>
<p>Kini Yayasan MBM telah memasuki masa pelayanan tahun 2012 dan sebelum melanjutkan tugas pelayanan di tahun 2012 ini, Yayasan MBM merasa berkewajiban untuk menyampaikan Annual Report atau Laporan Tahunan berkenaan dengan pelaksanaan program pelayanan di tahun 2011.</p>
<p>Annual Report yang disajikan dalam buku ini adalah dimaksudkan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban Yayasan MBM kepada stakeholders berkenaan dengan semua kegiatan pelayanan yang telah dikelola oleh Yayasan MBM dalam tahun 2011. Disamping itu, Annual Report ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi yang akurat kepada semua pihak yang telah ikut ambil bagian di dalam kegiatan-kegiatan pelayanan yang telah dilaksanakan oleh Yayasan MBM selama kurun waktu 2011 sehingga pihak terkait dapat mengetahui apakah kegiatan-kegiatan pelayanan yang telah dilaksanakan oleh Yayasan MBM itu telah dapat dilaksanakannya secara professional, akuntable dan transparan. Oleh karena itu, melalui Annual Report ini diharapkan bahwa stakeholders dapat meningkatkan kepercayaan dan partisipasi kongkritnya dalam setiap kegiatan pelayanan yang dilaksanakan Yayasan MBM di masa-masa yang akan datang.</p>
<p>Melalui Annual Report 2011 yang disajikan dalam buku ini, kami melihat bahwa Yayasan MBM telah sungguh-sungguh melaksanakan tugas diakoni gereja dengan baik sesuai dengan mandat Sinode GKPB yang telah dijabarkan dalam program pelayanan Yayasan MBM dalam tahun 2011. Disamping itu kami juga melihat bahwa kegiatan-kegiatan pelayanan yang dilaksanakan Yayasan MBM dalam tahun 2011 ini telah dilaksanakan dengan professional, transparan dan akuntabel. Untuk itu para stakeholders atau semua pihak yang telah menjalin kerjasama pelayanan dengan Yayasan MBM tidak perlu ragu-ragu untuk meningkatkan dukungan dan kerjasamanya dengan Yayasan MBM di masa-masa yang akan datang..</p>
<p>Berdasarkan hal tersebut di atas, melalui kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak dan lembaga-lembaga mitra Yayasan MBM, baik dari dalam maupun dari luar negeri, yang telah menjalin kerja sama yang baik dengan Yayasan MBM. Kami, sebagai Pembina Yayasan MBM juga menyampaikan terimakasih serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengurus dan staff yang telah berkerja keras melaksanakan tugas pelayanan Yayasan MBM dalam usaha untuk mewujudkan “Bumi Bersukacita Dalam Damai Sejahtera”. Selamat melayani, kiranya Tuhan memberkati pelayanan kita semua.</p>
<p>Mangupura, 10 Januari 2012<br />
Pembina Yayasan MBM</p>
<p>Bishop Wayan Sudira Husada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/152/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERTANIAN ORGANIK  MENGGUNAKAN SUMBER DAYA LOKAL  (oleh: Tim Biogas, BHL, dan KPS)</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/artikel/pertanian-organik-menggunakan-sumber-daya-lokal-oleh-tim-biogas-bhl-dan-kps/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/artikel/pertanian-organik-menggunakan-sumber-daya-lokal-oleh-tim-biogas-bhl-dan-kps/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 07:54:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[Pada awal bulan April 2011, staf-staf biogas, Bumi Hijau Lestari (BHL), dan KPS yang dikomandoi oleh Drs. Wayan Budiyasa mulai menanam sayuran secara organik di “wilayah timur” MBM. Setiap tahap dalam pengolahan tanah dan pemupukan tanaman diusahakan untuk menggunakan sumber daya lokal yang ada. Diawali pada Bulan Maret 2011, dilakukan pengolahan tanah dengan cara memberikan &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/artikel/pertanian-organik-menggunakan-sumber-daya-lokal-oleh-tim-biogas-bhl-dan-kps/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pada awal bulan April 2011, staf-staf biogas, Bumi Hijau Lestari (BHL), dan KPS yang dikomandoi oleh Drs. Wayan Budiyasa mulai menanam sayuran secara organik di “wilayah timur” MBM. Setiap tahap dalam pengolahan tanah dan pemupukan tanaman diusahakan untuk menggunakan sumber daya lokal yang ada.</strong></p>
<div>Diawali pada Bulan Maret 2011, dilakukan pengolahan tanah dengan cara memberikan pupuk kandang, yaitu kotoran sapi yang sudah kering pada lahan seluas sekitar 1 are (10 x 10 m2). Tidak cukup dengan pemberian pupuk kandang, lahan tersebut kembali diguyur dengan semprotan sluri dari hasil fermentasi biogas.<span id="more-383"></span></div>
<p>Dilanjutkan dengan mencangkul lahan supaya pupuk dapat tercampur dengan tanah di bawahnya. Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan tenaga manusia dengan alat manual (bukan mesin), yang mana merupakan syarat mutlak dari  pertanian organik. Setelah dicangkul, tanah didiamkan beberapa waktu sambil membersihkan rumput-rumput liar dan menyiramnya dengan air secara rutin.</p>
<p>Setelah didiamkan sekitar 1 minggu, di atas lahan yang sudah dibentuk bedengan-bedengan, diberikanlah pupuk kompos Yobel yang juga dibuat oleh staf BHL. Pupuk kompos diberikan secara <em>top dressing</em>, atau ditabur di atas lahan tanam. Beberapa hari kemudian, ditutuplah bedengan-bedengan tersebut dengan plastik mulsa, yang tujuannya untuk mengurangi penguapan dan mengurangi tumbuhnya rumput-rumput liar.<br />
&lt;</p>
<p>Begitu mulsa dipasang, dilakukanlah pelobangan mulsa dengan jarak lobang sekitar 30 cm x 30 cm. Lobang ini nantinya akan digunakan untuk menanam bibit yang sudah disiapkan sebelumnya. Bibit yang disiapkan yaitu terung, tomat, dan lombok ungu. Benih yang sudah dibibitkan mulai ditanam pada lahan setelah berumur 3-4 minggu. Bibit ditanam di setiap lobang yang sudah dibuat.</p>
<p>Namun ada satu lahan yang tidak diberi mulsa karena hendak ditanami dengan kangkung cabut. Penanaman kangkung cabut ini dengan cara ditebar</p>
<p>Proses selanjutnya setelah penanaman adalah perawatan. Perawatan yang dilakukan yaitu: mencabut rumput liar, memberikan <em>ajir</em> untuk tanaman tomat, dan menyiram tanaman dengan air bercampur sluri dan urine sapi. Urine sapi diambil dari sapi-sapi yang ada di kandang. Semua tanaman organik yang ditanam (tomat, <em>paye</em>, lombok, jagung, kangkung, sawi (sayur hijau), dan terung) disiram dengan menggunakan campuran tersebut. Pupuk cair ini memang hemat biaya, karena kami tidak perlu membeli bahan-bahannya. Kami hanya mengambil apa yang ada di sekitar kami.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0112.jpg"><img class=" wp-image-388 aligncenter" style="border: 7px solid white;" title="image011" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0112.jpg" alt="" width="214" height="161" /></a></p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0112.jpg"> </a><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image012.jpg"><img class="wp-image-389 aligncenter" style="border: 7px solid white;" title="image012" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image012.jpg" alt="" width="214" height="161" /> </a></p>
<p>Pada saat tulisan ini dimuat, sayuran yang siap dipanen adalah kangkung cabut, terung, lombok putih, dan sawi. Melihat sayur yang siap panen ini rasanya <em>happy </em>sekali, bagaimana tidak, usaha yang dilakukan sejak awal tidaklah sia-sia. Sayuran-sayuran tersebut memiliki ukuran daun yang lebar, berwarna hijau padat, dan buah terungnya ungu gelap dan besar. Di saat jenuh bekerja, sayur-sayuran ini bisa menjadi penyegar pikiran dan badan.</p>
<p>Kawasan timur MBM memiliki banyak sekali sumber daya alam yang melimpah, khususnya untuk pengelolaan tanaman secara organik. Dengan demplot sayuran organik ini, diharapkan di masa depan penggunaan sumber daya lokal dapat terus dipertahankan, bahkan dapat ditemukan sumber-sumber lain yang dapat menunjang pengelolaan tanaman secara organik, baik di MBM maupun kelompok-kelompok yang menjadi dampingan MBM.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/artikel/pertanian-organik-menggunakan-sumber-daya-lokal-oleh-tim-biogas-bhl-dan-kps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERITA TERKINI</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/berita-terkin/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/berita-terkin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 03:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA TERKINI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Pada tanggal 23 Februari 2012 MBM menerima kunjungan dari 25 mahasiswa Universitas INHOLLAND, Belanda yang  mengikuti “Intrapreneurship Semester Programme” di Universitas Dhyana Pura.(UNDHIRA – BALI). Salah satu tugas bagi mahasiswa yang terlibat dalam program ini adalah melaksanakan studi dan research mengenai keterlibatan lembaga-lembaga pemberdayaan masyarakat, seperti Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM). Rombongan mahasiswa &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/berita-terkin/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0042.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-558" title="image004" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0042.gif" alt="" width="288" height="642" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada tanggal 23 Februari 2012 MBM menerima kunjungan dari 25 mahasiswa Universitas INHOLLAND, Belanda yang  mengikuti “Intrapreneurship Semester Programme” di Universitas Dhyana Pura.(UNDHIRA – BALI). Salah satu tugas bagi mahasiswa yang terlibat dalam program ini adalah melaksanakan studi dan research mengenai keterlibatan lembaga-lembaga pemberdayaan masyarakat, seperti Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM). Rombongan mahasiswa diterima oleh Direktur Yayayasan MBM, Pdt. I Nengah Suama, M.Th untuk mendapatkan penjelasan tentang program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh MBM.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/berita-terkini/berita-terkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VISI dan  MISI Maha Bhoga Marga</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/visi-dan-misi-maha-bhoga-marga/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/visi-dan-misi-maha-bhoga-marga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 02:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAPORAN TAHUNAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/visimisi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-165" title="visimisi" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/visimisi.jpg" alt="" width="700" height="1089" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/visi-dan-misi-maha-bhoga-marga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situasi Umum Tahun 2011 dan Respon MBM Terhadap Masalah Kehidupan Sosial  Masyarakat di Bali</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/situasi-umum-tahun-2011-dan-respon-mbm-terhadap-masalah-kehidupan-sosial-masyarakat-di-bali/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/situasi-umum-tahun-2011-dan-respon-mbm-terhadap-masalah-kehidupan-sosial-masyarakat-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 03:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAPORAN TAHUNAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Ada persoalan yang tidak pernah tuntas diatasi dipermukaan bumi ini, yakni kemiskinan dan penyakit. Sejak bumi ini ada dari peradaban yang paling kuno sampai peradaban yang termodern sekalipun kemiskinan dan penyakit tetap eksis dan kerap kali memilukan hati, karena kita tidak berdaya mengatasinya. Sang Guru dan Gembala yang baik, pernah bertutur kepada pengikutnya, mengatakan; ”ingatlah &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/situasi-umum-tahun-2011-dan-respon-mbm-terhadap-masalah-kehidupan-sosial-masyarakat-di-bali/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0021.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-172" style="border: 7px solid white;" title="image002" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0021.jpg" alt="" width="166" height="262" /></a>Ada persoalan yang tidak pernah tuntas diatasi dipermukaan bumi ini, yakni kemiskinan dan penyakit. Sejak bumi ini ada dari peradaban yang paling kuno sampai peradaban yang termodern sekalipun kemiskinan dan penyakit tetap eksis dan kerap kali memilukan hati, karena kita tidak berdaya mengatasinya. Sang Guru dan Gembala yang baik, pernah bertutur kepada pengikutnya, mengatakan; ”ingatlah bahwa orang miskin selalu ada disekitarmu kamu harus memberi mereka makan, dan merawat mereka bila mereka sakit dan memberi mereka pakaian tatkala mereka telanjang, memberi mereka tumpangan jika mereka tidak punya tempat tinggal”. Melihat realitas kemiskinan yang ada dimana-mana, maka timbul pertanyaan mengapa demikian? Apa penyebabnya? Jawabnya adalah karena manusia itu tidak peduli dengan sesama dan lingkungannya. Dalam buku dengan judul “Mendahulukan Si Miskin, buku sumber bagi Anggaran Pro Rakyat, disebutkan ada 4 hal yang menjadi penyebab kemiskinan:</p>
<p>1. Tidak adanya akses ke pasar kerja.<br />
2. Kerusakan lingkungan dan hilangnya habitat.<br />
3. Pelayanan sosial yang tidak memadai.<br />
4. Tidak diikutsertakan dalam proses kebijakan.<span id="more-168"></span></p>
<p>Jika suatu keluarga tidak bekerja, apapun alasannya lambat laun mereka akan jatuh miskin. Jika terjadi bencana, kerusakan lingkungan dan hilangnya sumber-sumber kehidupan dan pendapatan orang akan jatuh miskin. Jika pelayanan sosial, seperti pendidikan, kesehatan dan lain lainnya tidak memadai, maka dapat dipastikan energi akan terkuras untuk mengurus orang sakit dan terbelakang. Mereka tidak bisa bekerja dengan maksimal, akhirnya jatuh miskin. Proses pembangunan yang tidak mengikutsertakan peran masyarakat cenderung akan mengalami kegagalan. Faktor-faktor inilah yang terjadi sehingga kemiskinan di Indonesia terus bertambah.</p>
<p>Bulan September 2011 tahun lalu BPS merilis angka kemiskinan di Indonesia. Menurut BPS, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) mencapai 29,89 juta orang (12,36%), turun 130 ribu, jika dibandingkan dengan tahun 2010. Angka ini tentu diragukan oleh banyak kalangan, karena kenyataannya kemiskinan bertambah di mana-mana. Sangat ironis jumlah APBN 2011 yang berkisar seribu empat ratus triliun, hanya mampu menurunkan angka kemiskinan 130 ribu orang.</p>
<p>Banyak kalangan menganggap BPS mengesampingkan fakta sosial dalam mengukur garis kemiskinan. Pasalnya, kriteria kemiskinan BPS bisa dibilang sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Misalnya, garis kemiskinan penduduk perkotaan adalah Rp. 263.594 per kapita per bulan atau jika dihitung per hari hanya Rp. 8.786 per kapita. Padahal, makan di warung sederhana saja minimal menghabiskan uang Rp. 8.000,- Apakah penduduk perkotaan hanya dihitung sehari makan sekali? Bagaimana dengan kebutuhan lainnya, seperti transportasi, sandang dan papan?</p>
<p>Kriteria lebih rendah dipakai untuk menghitung angka kemiskinan di pedesaan, yakni Rp. 223.181 per bulan per kapita atau Rp. 7.138 per hari. Padahal, masyarakat desa membutuhkan dana lumayan besar untuk kelaziman sosial, seperti sumbangan kematian, menghadiri perkawinan, dan lain lainnya. BPS sepertinya hanya mengukur kemiskinan berdasarkan kebutuhan makan, tanpa melihat realita kehidupan rakyat. Itu sebabnya banyak kalangan mendesak agar kriteria kemiskinan dinaikkan. Apalagi, garis kemiskinan versi BPS kurang dari separuh kriteria kemiskinan versi Bank Dunia, yakni pengeluaran US$ 2 per hari atau sekitar Rp. 18.000. Jika kita menggunakan kriteria Bank Dunia, tidak mustahil angka kemiskinan di negeri ini bisa dua kali lipat lebih.</p>
<p>Dari jumlah 29, 89 juta orang miskin ini berapa orang yang ada di Bali? Bali yang mengandalkan penghasilannya dari sektor pariwisata, ternyata tanpa sadar telah “membunuh” sumber-sumber penghasilan yang lain seperti hasil pertanian. Industri pariwisata yang tidak memihak pada petani telah membuat para petani menjadi miskin di pedesaan. Jumlah penduduk desa yang miskin menurut data BPS Bali bulan September 2011 adalah sebanyak 82.300 orang. Sedangkan yang miskin di perkotaan sebesar: 100.800 orang. Hal ini disebabkan adanya pendatang yang tidak mempunyai skill sehingga tidak mampu bersaing dipasar kerja. Jadi total masyarakat Bali yang miskin adalah 183.100 orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia kelihatannya sangat kecil, namun hal ini tidak bisa dibiarkan karena ini bisa menjadi potensi membahayakan bagi stabilitas keamanan Bali, dimana kriminalitas semakin meningkat, gelandangan/gepeng semakin mudah kita jumpai di setiap sudut jalan di Badung dan Denpasar.</p>
<p>Tidak dapat dihindari, salah satu ekses negatif dunia pariwisata telah membuat penyebaran virus HIV/AIDS menjadi tumbuh dengan subur di Bali. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Nyoman Suteja diperkirakan secara komulatif penderita HIV/AIDS di Bali sampai November tahun 2011 mencapai 5.222, dimana 2.443 Orang Dengan HIV (ODHA) sudah dalam stadium AIDS yakni keadaan dimana CD4 (Sel darah Putih) orang tersebut sudah di bawah 200 yang mengakibatkan Sistem kekebalan tubuh semakin turun<br />
sehingga mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll.</p>
<p>ODHA di Bali terbanyak terinfeksi HIV melalui hubungan heteroseksual (73, 8% ), dan dari tahun ke tahun jumlah perempuan yang terinfeksi HIV semakin meningkat, dimana pada tahun 2011 mencapai 32% (1.702 perempuan). Sebagian besar perempuan yang terinfeksi HIV dampingan MBM adalah ibu rumah tangga usia subur.. Banyak perempuan tidak menyadari dirinya telah terinfeksi HIV, sehingga ketika mereka hamil akan berpotensi menularkan HIV kepada bayi yang akan dilahirkan. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak, baik layanan kesehatan dan keluarga-keluarga di Bali.</p>
<p>SITUASI TEMUAN KASUS HIV/AIDS MENURUT KABUPATEN DI PROPINSI BALI<br />
KUMULATIF DARI TAHUN 1987 S/D NOVEMBER 2011<br />
(Sumber : Komisi Penangglangan AIDS Daerah Bali, 2011)</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/temuankasus.jpg"><img class="size-full wp-image-169 aligncenter" title="temuankasus" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/temuankasus.jpg" alt="" width="700" height="229" /></a></p>
<p>Masih ada sejumlah persoalan yang sangat rumit yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia, diantaranya penganguran yang tinggi, ketidakberpihakan pemerintah kepada petani, kepada buruh migrant, persoalan agraria yang kerap menelan korban jiwa, pasar global yang sudah tidak bisa dibendung lagi. Indonesia dibanjiri oleh produk-produk komoditas asing, mulai dari hasil-hasil pertanian, otomotif, electronic, kosmetik, tekstil, dll, sehingga produksi dalam negeri kalah dalam persaingan, karena terlalu mahal atau kwalitasnya lebih rendah sehingga tidak laku dipasaran.</p>
<p>MBM dibentuk untuk menjadi jalan mulia untuk mencapai kesejahteraan hidup, untuk itulah dia lahir, dia menjadi sahabat bagi si miskin melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Dia mendobrak “kebisuan Gereja” dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran virus HIV/AIDS. Dia menjadi rumah bagi mereka yang teraniaya, yang mengalami korban kekerasan, dia menjadi sahabat bagi pencinta lingkungan dan menjadi musuh bagi para rentenir dengan program kredit mikro. Sesungguhnya dia sadar, dia bukan apa-apa, tanpa genggaman Tangan Sang Khalik, dia bukan apa-apa tanpa sinergi yang baik antara para pemangku kebijakan dia bukan apa-apa, tanpa si sakit dan si miskin. Dia bisa karena kerendahan hati para sahabat, jemaat dan masyarakat yang didampinginya. Terimakasih atas ketulusan kalian semua yang sudah membuat MBM menjadi seperti sekarang, mohon maaf jika masih ada yang tercecer dan terlupakan.</p>
<p>Mangupura, 10 Januari 2011<br />
Nengah Suama</p>
<p>Sumber bacaan :<br />
1. “Mendahulukan Si Miskin, buku sumber bagi Anggaran Pro Rakyat”, Antonio Pradjasto Hadojo, dkk, LPIS, Yogyakarta, 2008.<br />
2. www.investor.co.id/tajuk/kemiskinan-antara-potret-dan realitas/27251<br />
3. www.wartasemesta.com/kasus-hivaids-di-bali-kian-mengkhawatirkan<br />
4. Data HIV dan AIDS 2011 dirilis oleh KPAD Bali</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/situasi-umum-tahun-2011-dan-respon-mbm-terhadap-masalah-kehidupan-sosial-masyarakat-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LAPORAN YAYASAN MAHA BHOGA MARGA TAHUN 2011</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/laporan-yayasan-maha-bhoga-marga-tahun-2011/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/laporan-yayasan-maha-bhoga-marga-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 03:04:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[LAPORAN TAHUNAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[I. BAGIAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN Mandat Bagian Administrasi dan Keuangan adalah: Mendukung tercapainya aktivitas Pelayanan MBM secara keseluruhan yang secara umum meliputi: 1. Menjamin adanya aktivitas pelayanan yang sesuai dengan Visi dan Misi MBM / GKPB, serta terjadinya peningkatan Kesejahtraan masyarakat dan menguatnya Institusi MBM. 2. Mendukung tercapainya mandat Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelestarian &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/laporan-yayasan-maha-bhoga-marga-tahun-2011/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>I. BAGIAN ADMINISTRASI DAN KEUANGAN</strong></p>
<p>Mandat Bagian Administrasi dan Keuangan adalah:<br />
Mendukung tercapainya aktivitas Pelayanan MBM secara keseluruhan yang secara umum meliputi:</p>
<p>1. Menjamin adanya aktivitas pelayanan yang sesuai dengan Visi dan Misi MBM / GKPB, serta terjadinya peningkatan Kesejahtraan masyarakat dan menguatnya Institusi MBM.<br />
2. Mendukung tercapainya mandat Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan dan Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan Advokasi</p>
<p>Tujuan Khusus (Outcome) Bagian Administrasi dan Keuangan adalah :</p>
<p>1. Menyusun dan Menyempurnakan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Aturan Kepegawaian dan Standar Operating Procedure (SOP) Program-program MBM<br />
2. Mengupayakan dan mengelola sumber pendanaan untuk terselenggaranya program-program MBM<br />
3. Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia sesuai dengan program-program yang diselenggarakan oleh MBM.<span id="more-174"></span></p>
<p>Untuk mencapai tujuan tersebut di atas dilakasanakan melalui :</p>
<p>1. Kesekretariatan yang menangani, Personalia, Administrasi Kantor dan Wisma MBM<br />
2. Administrasi Keuangan dan Penguatan Institusi (Industri kayu, Kemitraan)</p>
<p>Berikut capaian tujuan khusus Bagian Administrasi dan Keuangan.</p>
<p>1. Menguatnya Institusi MBM.<br />
a. MBM telah telah tercatat di Lembar Negara melalui kementrian Hukum dan HAM sejak 2009 dengan Aanggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang sesuai dengan Undang-Undang Yayasan no. 16 tahun 2004.<br />
b. Telah tersusun Peraturan Kepegawaian, Anggaran Rumah Tangga serta SOP lainnya yang telah di sahkan oleh Pembina dalam rapat organ yayasan MBM tanggal 8 Januari tahun 2011.<br />
c. Telah tersedia Software Data Base Pasien / Rekam Medik, Stok obat untuk di Klinik-klinik MBM secara diuji coba tahun 2012, dan melanjutkan penyempurnaan Software Simpan Pinjam untuk Bidang Ekonomi sejak 2011.<br />
d. Sejak 2011 melakukan pengkajian pengurusan Ijin Legalitas PMSU ke dalam bentuk Koperasi, atau CU.<br />
e. Monitoring dan evaluasi secara berkala dilakukan melalui pertemuan manageman bulanan, kunjungan lapangan, rapat organ yayasan per empat bulan dan rapat evaluasi pertengahan dan akhir tahun. Melalui langkah-langkah di atas program MBM dapat berjalan sesuai dengan Visi dan misinya.</p>
<p>2. Mengupayakan dan mengelola sumber pendanaan untuk terselenggaranya program-program MBM.<br />
a. Wisma MBM. Telah dilakukan peningkatan kapasitas wisma MBM dengan penambahan 10 unit kamar tidur, dan melengkapi semua kamar (20 kamar) dengan fasilitas masing-masing berupa : 2 tempat tidur, 1 lemari, TV dan AC. Pada tanggal 6 Agustus 2011 fasilitas baru tersebut telah diresmikan oleh Organ Yayasan MBM.</p>
<p>Tahun 2011 Wisma MBM melayani 6.758 orang. Dimana mereka dilayani untuk pertemuan yang terorgnisir dalam 171 hari pertemuan, dan dalam 470 hari kamar inap.</p>
<p>Telah dilakukan upaya-upaya secara intensif untuk meningkatkan kualitas dan promosi pelayanan di Wisma MBM, sehingga pada tahun mendatang dapat digunakan lebih efektif.</p>
<p>b. Unit Industri Kayu (UNIKA)<br />
Unika sepanjang 2011 telah melakukan pekerjaan sebesar Rp 747.852.385 dan biaya Rp 588.315.104,- dan surplus/laba Rp 159.537.281,-</p>
<p>c. Kemitraan<br />
Dalam mewujudkan Visi dan Misinya, MBM melakukan kemitraan dengan pemerintah dan non pemerintah dalam dan luar negeri. Dibawah ini adalah program yang diselenggarakan dalam kemitraan dalam tahun 2011:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/kemitraan.jpg"><img class="size-full wp-image-178 aligncenter" title="kemitraan" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/kemitraan.jpg" alt="" width="700" height="441" /></a></p>
<p>No. Nama Lembaga Nama Proyek Jangka Waktu<br />
1 ACE (Association for Community Empowerment)<br />
PPKM (Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat) 1. ”Pengembangan Pengalaman Terbaik Partisipasi Perempuan di Tingkat Akar Rumput dan Kelompok Marginal dalam Lembaga Pengambil Keputusan di Tingkat Desa dan Kecamatan untuk Memenuhi Hak Dasar Kesehatan, Pendidikan dan Pangan”.<br />
2. ”Program Perluasan Praktek Terbaik Pelembagaan Partisipasi Perempuan dan Kelompok Marginal dalam Perencanaan dan Penganggaran yang Pro Poor dan Responsive Gender.” September 2010 – Mei 2011</p>
<p>1 November 2011 – 31 Mei 2013<br />
2. EED (Evangelischer Entwicklungsdienst). Community Empowerment To Establish the Holistic Bali Development, Phase II 1 Januari 2011 – 31 Desember 2013<br />
3. Uniting World, Australia Program “Proverty Alleviation Projec”<br />
dan Pembangunan Ruang pertemuan di Kantor MBM di Negara Januari 2011 – Desember 2013<br />
4. Knauer Stiftung, Stiftug Rumah Sehat MBM di Abianbase dan Dokter Keluargaku di Bongan Tahun 2005 &#8211; 2030</p>
<p>d. Penguatan sumberdaya Keuangan MBM dapat dilihat dari posisi Keuangan, pencapaian program dalam laporan aktivitas, peningkatan aktiva tetap dan tingkat kemandirian lembaga.</p>
<p style="text-align: center;">Posisi Keuangan<br />
Kalau di lihat posisi keuangan per Desember 2011 di bandingkan dengan tahun 2010 terjadi peningkatan :<br />
<a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/keuangan.jpg"><img class="size-full wp-image-180 aligncenter" title="keuangan" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/keuangan.jpg" alt="" width="700" height="134" /></a></p>
<p>Laporan Aktivitas<br />
Dalam laporan aktivitas ini dapat dilihat pencapaian program yang dilakukan pada tahun 2011 dan dibandingkan dengan budget tahun 2011.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/aktifitas.jpg"><img class="size-full wp-image-181 aligncenter" title="aktifitas" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/aktifitas.jpg" alt="" width="700" height="322" /></a></p>
<p>Tingkat Kemandirian Lembaga</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/kemandirian.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-182" title="kemandirian" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/kemandirian.jpg" alt="" width="700" height="317" /></a></p>
<p>Dari komposisi di atas dapat dijelaskan bahwa dari total biaya sebesar 6,2 M dapat di penuhi dari pendapatan inter 50% dan pendapatan ekstern 43 % dan pendapatan lain-lain 7%</p>
<p>3. Meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia sesuai dengan program-program yang diselenggarakan oleh MBM.<br />
a. Pendidikan formal &#8211; Kristiana Suprihatin sedang mengikuti pendidikan D3 Kebidanan</p>
<p>b. Non formal<br />
Dengan mengikuti training / pelatihan singkat. Yaitu sebanyak 9 kali pelatihan antara lain pelatihan:<br />
Konselor : Alvonso Novika<br />
Aspek Hukum &amp; pajak : Putu Listiawati<br />
Jurnalis : Putu Oka Yudhana<br />
Musrenbang : Gede Mustika dan Ferdinand Paratu<br />
Manajemen Kredit Mikro : Made Supartayasa, Hendrik, Made Edison<br />
On Impact Orientation : dr. Luh Debora Murthy, Putu Listiawati,<br />
Ketut Candriwati, Made Efrayim, Gede Suarna, dan<br />
Putu Oka Yudhana.</p>
<p><strong>II. BIDANG PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DAN KELESTARIAN LINGKUNGAN</strong></p>
<p>Mandat Bagian Pembngunan Ekonomi Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan:<br />
1. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dampingan MBM yang ditandai oleh meningkatnya pendapatan keluarga masyarakat dampingan dan meningkatnya tingkat pendidikan anak-anak masyarakat dampingan.<br />
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat dampingan dalam membangun prilaku yang berwawasan lingkungan baik dalam berusaha maupun dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Tujuan Khusus Bidang Pembangunan Ekonomi Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan<br />
Setelah dan selama pelaksanaan kegiatan-kegiatan program ini diharapkan:<br />
1. Masyarakat dampingan mampu membangun dan mengembangkan usaha kecil-mikro melalui program pendampingan Pinjaman Modal Sarana Usaha (PMSU)<br />
2. Semakin menguatnya kelompok dampingan yang ditandai dengan:</p>
<p>(a) Meningkatnya modal kelompok dampingan dari waktu ke waktu;</p>
<p>(b) Meningkatnya jumlah anggota kelompok dari waktu ke waktu waktu;</p>
<p>(c) Meningkatnya jenis kegiatan usaha anggota kelompok dampingan;</p>
<p>(d) Adanya sarana belajar mandiri di kelompok dampingan;</p>
<p>(e) Meningkatnya jumlah penghasilan rata-rata masyarakat dampingan yang ditandai dengan penghasilan rata-rata di atas UMR tahun bersangkutan.<br />
3. Makin tumbuhnya kesadaran kelompok dalam membangun prilaku yang berwawasan lingkungan yang itandai dengan: (a) Meningkatnya jumlah keluarga yang melakukan pemilahan sampah rumah tangga (organik dan anorganik); (b) Meningkatnya jumlah petani yang mempraktekan pertanian lestari (c) Meningkatnya jumlah luas lahan yang menerapkan pertanian lestari; (d) Meningkatnya jumlah kelompok dampingan yang menggunakan energi biogas.<br />
4. Meningkatnya pengaruh kesetaraan gender di kelompok dampingan yang ditandai dengan: (a) Meningkatnya jumlah perempuan yang menjadi anggota kelompok dampingan; (b) Meningkatnya jumlah anggota perempuan dari kelompok dampingan yang menjadi pemimpin atau tokoh masyarakat.</p>
<p>Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas maka tugas-tugas pelayanan Bidang Pembangunan Ekonomi Masyarakat dan Kelestrian Lingkungan dilaksanakan melalui unit-unit kerja berikut:<br />
1. Unit-Unit Pinjaman Modal Sarana Usaha (PMSU) yang dilaksanakan di tiga unit, yaitu;</p>
<p>(a) Unit PMSU Negara;</p>
<p>(b) Unit PMSU Melaya;</p>
<p>(c) Unit PMSU Kapal; dan</p>
<p>(d) Kantor PMSU di Gianyar<br />
2. Unit Kelompok Swadaya Masyarakat dan Kelompok Prempuan Mandiri<br />
3. Unit Kelompok Tani Ternak dan Kelestarian Lingkungan</p>
<p>Berikut adalah capaian pencapaian tujuan khusus Bidang Pembangunan Ekonomi Masyarakat dan Kelestarian Lingkungan.<br />
1. Masyarakat dampingan mampu membangun dan mengembangkan usaha kecil-mikro, diupayakan dapat dicapai melalui program pendampingan Pinjaman Modal Sarana Usaha (PMSU). PMSU merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendekatan individu. Melalui program ini diharapkan masyarakat secara perorangan memperoleh baik dampingan dana maupun dampingan teknis dalam mereka memulai ataupun mengembangkan usaha. Program ini dilayani di empat unit pelayanan, yaitu di Desa Kapal, Desa Melaya, Negara, dan Gianyar.<br />
Adapun Kegiatan dan capaian di tiga unit pelayanan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut:<br />
a. Jumlah dampingan penerima manfaat di keempat unit PMSU mengalami peningkatan. Pada tahun 2011 penerima manfaat sebesar 2.011 orang mengalami peningkatan 30 orang atau 1,51% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 yang hanya mencapai 1.981 orang.<br />
b. Jumlah dana dampingan yang direalisasikan selama tahun 2011 adalah Rp 6.666.540.000,- untuk 999 orang atau dengan rata-rata Rp 6.673,213,- per orang.<br />
c. PMSU di Gianyar secara resmi dibuka pada bulan Maret 2011. Aktivitas diselenggarakan setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Yayasan Maha Bhoga Marga dengan KSM Margi Kahuripan Gianyar.</p>
<p>2. Semakin menguatnya kelompok dampingan diukur dengan lima indikator dengan capaian sebagai berikut.<br />
a. Meningkatnya jumlah modal kelompok dampingan dari waktu ke waktu sangat bervariai antara satu jenis program dengan program lainnya. Adapun peningkatan jumlah modal masing-masing kelompok dampingan sebagaimana dipaparkan pada tabel berikut.</p>
<p>Modal Kelompok Dampingan Tahun 2010 dan 2011</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/modal.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-183" title="modal" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/modal.jpg" alt="" width="700" height="165" /></a></p>
<p>b. Meningkatnya jumlah anggota per kelompok dampingan. Tujuan khusus ini memberikan gambaran bahwa mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui berkelompok merupakan sesuatu yang menarik bagi anggota kelompok, sehingga memiliki dampak daya tarik bagi masyarakat yang ada di sekitarnya untuk ikut bergabung dalam kelompok tersebut.</p>
<p>Rata-Rata Jumlah Anggota dalam Satu Kelompok Dampingan</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/rata2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-184" title="rata2" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/rata2.jpg" alt="" width="700" height="174" /></a></p>
<p>c. Meningkatnya jenis kegiatan usaha anggota kelompok dampingan<br />
Untuk tujuan khusus ini MBM berusaha memotivasi masyarakat dampingan untuk memulai membangun usaha baru, seperti usaha laundry, salon dan berdagang pakaian keliling.<br />
d. MBM mendukung pembelajaran mandiri bagi kelompok dampingan, dengan memfasilitasi pendistribusian VCD Pertanian Organik, Industri Rumah Tangga (pembuatan rengginang singkong dan penganan dari singkong lainnya), Pengolahan Sampah Organik, Rabies dan Brosur pemanasan global. Selain pembelajaran mandiri melalui alat media tersebut, kelompok-kelompok dampingan yang sudah berjalan dengan baik juga merupakan tempat belajar yang cukup efektif bagi kelompok-kelompok lainnya, termasuk kelompok atau masyarakat di luar kelompok dampingan MBM. Pada tahun 2011 ada tujuh kolompok masyarakat telah difasilitasi dalam proses saling belajar, khususnya dalam hal biogas (Payangan, Bukian, Apuan, Pengotan, Puseh, Tabih, Selat), sedangkan kelompok-kelompok yang erupakan tempat belajar bagi mereka adalah KPS Boga Tulus di Dusun Mukus, KPS Panca Karya di Desa Pengotan, Demplot bio gas MBM.</p>
<p>e. Meningkatnya jumlah penghasilan rata-rata masyarakat dampingan mencapai di atas UMR propinsi Bali tahun 2011 yang nilainya Rp 890.000,-. Adapun penghasilan rata-rata anggota kelompok dampingan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut: (a) KSM sebesar Rp 1.639.310,- (b) KPM sebesar Rp 1.282.110,- (c) KPS sebesar Rp 1.080.058,- dan (d) KTK sebesar Rp 1.000.000,-.</p>
<p>3. Makin tumbuhnya kesadaran kelompok dalam membangun prilaku yang berwawasan lingkungan, diukur dengan empat indikator dengan capaian sebagaimana diuraikan berikut ini.<br />
a. Meningkatnya jumlah keluarga yang melakukan pemilahan sampah rumah tangga (organik dan anorganik) dapat dicapai. Jumlah dampingan pada akhir 2011 dalah 97 keluarga mengalami peningkatan 27 keluarga atau 38,57% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010 yang hanya mencapai 70 keluarga dampingan. Enam keluarga diantaranya secara konsisten telah mengolah sampah organik menjadi kompos.<br />
b. Meningkatnya jumlah petani yang mempraktekkan pertanian lestari, dimana tahun 2011 ada 26 orang, mengalami peningkatan 6 orang atau 30% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2010. Sedangkan lokasi petani-petani dampingan tersebut adalah 20 orang berada di Dusun Mengandang, Desa Pakisan, Kubu Tambahan, Buleleng, 3 orang di Dusun Penaga, Desa Mitro, Tembuku, Bangli; dan 3 orang di Dusun Paku Seba, Desa Taro, Kecamatan Tegalalang Gianyar (jahe, ketela rambat, coklat).<br />
c. Meningkatnya luas lahan yang menerapkan pertanian lestari sebesar 60 are atau 20%, yaitu dari 300 are pada tahun 2010 manjadi 360 are pada tahun 2011.<br />
d. Bertambahnya pemanfaatan energi biogas. Sejak tahun 2005 sampai tahun 2011 jumlah biogas yang sudah dibangun adalah 18 unit, dua diantaranya dibangun pada tahun 2011. Sampai saat ini tercatat ada empat unit biogas yang dibangun secara mandiri oleh masyarakat sebagai dampak dari program yang dilaksanakan baik di lapangan maupun demonstration unit dari biogas yang ada di MBM. Adapun dampak tersebut adalah: 1 unit di Lalanglinggah, Tabanan; 2 Unit di Desa Penaga, Gianyar; 1 unit di Mojokerto, Jawa Timur.</p>
<p>4. Pengarusutamaan masalah pemanasan global, HIV/AIDS, dan Pengarusutamaan kesetaraan dan keadilan gender selalu menjadi penekanan dalam setiap mata program yang dilaksanakan oleh MBM. Pada dasarnya yang ingin dicapapai pada tujuan khusus ini adalah terjadinya peningkatan partisipasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan dalam berbagai tingkat organisasi kemasyarakatan. Tujuan khusus ”meningkatnya pengaruh kesetaraan gender di kelompok dampingan” diukur dengan dua indikator dengan capaian sebgaimana diuraikan berikut ini.<br />
a. Persentase jumlah perempuan yang menjadi anggota kelompok dampingan (khusunya kelompok campuran) mengalami peningkatan. Adapun posisi pada pada masing-masing jenis kelompok program adalah sebagai berikut.</p>
<p>Keterlibatan Perempuan dalam keanggotaan Kelompok</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/keterlibatan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-185" title="keterlibatan" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/keterlibatan.jpg" alt="" width="700" height="192" /></a><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/kelompokperempuan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-186" title="kelompokperempuan" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/kelompokperempuan.jpg" alt="" width="700" height="187" /></a></p>
<p>Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa secara umum persentase keterlibatan perempuan dalam keanggotaan kelompok dampingan MBM mengalami peningkatan. Peningkatan ini sepenuhnya dipengaruhi dengan terjadinya peningkatan persentase pada kelompok-kelompok dampingan campuran laki-laki dan perempuan. Namun kalau dilihat secara jumlah maka pada kelompok-kelompok khusus perempuan (KPM dan KTK) memberi kontribusi peningkatan jumlah yang relatif besar, yaitu: (a) KPM: 61 orang atau 11,64% dari 524 orang pada tahun 2010 menjadi 585 orang tahun 2011; dan KTK merupakan mata program baru, dari tidak ada anggota pada tahun 2010 menjadi 18 orang anggota perempuan pada tahun 2011. Sedangkan secara umum keterlibatan perempuan dalam keanggotaan kelompok pada tahun 2011 mencapai 40,42%.</p>
<p>b. Meningkatnya jumlah anggota perempuan dari kelompok dampingan yang menjadi pemimpin atau tokoh masyarakat.<br />
Melalui tujuan khusus ini diharapkan kaum perempuan termotivasi untuk mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin atau ditokohkan baik dalam kelompoknya sendiri maupun dalam masyarakat, sehingga memiliki peluang yang lebih besar dalam proses-proses pengambilan keputusan di masyarakat. Berikut adalah perbandingan keterlibatan dampingan perempuan dalam kepemimpinan.</p>
<p>Anggota Kelompok Perempuan yang Menjadi Pemimpin/Tokoh 2010 dan 2011</p>
<p>Adapaun pemimpin dan ketokohan perempuan yang dimaksud meliputi: kepengurusan dalam kelompok, kader desa, kepengurusan di banjar atau dusun, pengurus persekutuan wanita atau pengurus PKK baik tingkat desa maupun di tingkat banjar.</p>
<p><strong>III. BIDANG PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT &amp; ADVOKASI</strong></p>
<p>Mandat Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan Advokasi adalah :<br />
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Bali yang ditandai oleh menurunnya angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian terutama yang disebabkan oleh ancaman HIV &amp; AIDS.<br />
2. meningkatkan kapasitas keluarga miskin dan perempuan dalam perencanaan pembangunan Desa sehingga terwujud pembangunan desa yang berpihak pada keluarga miskin dan perempuan</p>
<p>Tujuan Khusus (Outcome):<br />
1. Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit (HIV dan Kespro)<br />
2. Menurunkan Kematian ibu dan bayinya karena HIV melalui Mengupayakan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang tidak mampu, mengakses layanan kesehatan khususnya layanan kesehatan reproduksi perempuan dan mengendalikan penularan HIV dari ibu dan bayinya<br />
3. Mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan OHIDHA.<br />
4. Meningkatkan peran aktif Masyarakat dalam menentukan arah pembangunan.</p>
<p>Tugas-tugas di atas diselenggarakan oleh dua unit kerja yaitu:<br />
1. Unit Pendidikan Kesehatan Masyarakat &amp; Advokasi<br />
2. Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat</p>
<p>Dampak yang dihasilkan dari pelayanan MBM sepanjang tahun 2011 adalah sebagai berikut:</p>
<p>1. Meningkatkannya Pengetahuan Masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit (HIV dan Kesehatan Reproduksi)</p>
<p>a. MBM melakukan Pendidikan kesehatan reproduksi dan HIV selama tahun 2011 untuk 1.316 orang yang terdiri Pendeta dan Vikaris GKPB, Kelian Adat se Badung, Aparat Desa di Manistutu-Jembrana, Candikusuma-Jembrana, Pengotan-Bangli, Tanguwisia-Buleleng, Duta HIV SMP/SMK/SMA di Badung dan masyarakat dampingan MBM lainnya.</p>
<p>b. Jemaat GKPB maupun masyarakat dampingan MBM memiliki kesadaran dan mau melakukan pemeriksaan Kesehatan reproduksi baik di Layanan Kesehatan MBM maupun layanan kesehatan lainnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil pemeriksaan Kesehatan Reproduksi di Layanan Kesehatan MBM yakni di Rumah Sehat MBM di Abianbase, Dokter Keluargaku di Bongan, In House Clinic Dhynapura Hotel dan Layanan Kesehatan Keliling adalah sbb: Jumlah kunjungan pasien untuk pemeriksaan Kesehatan Reproduksi dari tahun ke tahun meningkat.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/pasienrep.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-187" title="pasienrep" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/pasienrep.jpg" alt="" width="700" height="276" /></a></p>
<p>c. Meningkatnya kepedulian gereja untuk mendukung kesehatan reproduksi ibu-ibu di Jemaat dengan memberikan subsidi biaya pemeriksaan kesehatan reproduksi di Jemaat. Jemaat-jemaat yang telah mendukung pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan di jemaat pada 2011 adalah : Jemaat Bukit Doa Nusa Dua, Jemaat Philadelfia Legian, Jemaat Hosana Kwanji, dan Jemaat Efrata Buduk. Pasien yang dilayani dalam pelayanan tersebut di atas sejumlah 126 kunjungan</p>
<p>d. Meningkatnya kepedulian Pemerintah Desa dan masyarakat dampingan MBM untuk mendukung pemeriksaan kesehatan reproduksi perempuan di masyarakat, yakni Desa Pengotan di Bangli, Desa Bontihing Singaraja, Kelompok Menjahit Tresna Asih Klungkung, PKK Desa Sangsit, Kelompok ibu di Renon, Kelompok ibu di Desa Lalanglinggah, Ibu-ibu di Dalung yang di organisir oleh Pemuda Bali Bersatu, kelompok perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Badung, PWKI Bali dan ibu-ibu di Darma Wanita Dinas Perikanan dan kelautan Pemda Tabanan. Pasien yang dilayani dalam pelayanan tersebut di atas sejumlah 215 kunjungan</p>
<p>e. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman relawan HIV &amp; AIDS MBM di lingkungan Jemaat GKPB dapat dilihat dari meningkatnya rujukan orang-orang yang membutuhkan layanan VCT/test HIV dan pendampingan kepada MBM. Pada tahun 2011 relawan HIV di</p>
<p>jemaat yang mengantarkan klien adalah sbb:<br />
GKPB Jemaat Sabda Bayu Singaraja(2), GKPB Jemaat Seririt (2), GKPB Jemaat Air Hidup Banyupoh (3), GKPB Jemaat Marga Pakerti Padang Tawang (1), GKPB Jemaat Marga Rahayu Bangli (1), GKPB Jemaat Galang Buana Dalung (7), GKPB Jemaat Imanuel Piling (1), GKPB Jemaat Margi Rahayu Gianyar (1), GKPB Jemaat Imanuel Tabanan (4), GKPB Jemaat Mandira Santi Negara (1), dan GKPB Jemaat Tirta Empul Kerobokan (4). Jumlah klien yang dirujuk Relawan HIV Jemaat GKPB dan dilayani MBM dalam tahun 2011 yaitu 27 orang, 20 orang dinyatakan terinfeksi HIV dan 4 orang telah meninggal dunia.</p>
<p>f. Meningkatnya kesadaran masyarakat yang beresiko terinfeksi HIV untuk VCT dan test HIV atas edukasi dari relawan HIV MBM di Masyarakat. Perempuan yang menderita IMS pada pemeriksaan kesehatan reproduksi sadar untuk melakukan VCT dan test HIV.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/vct.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-188" title="vct" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/vct.jpg" alt="" width="700" height="297" /></a></p>
<p>g. Kesadaran penggunaan kondom oleh ODHA maupun kelompok masyarakat yang beresiko meningkat ditandai dengan meningkatnya permintaan kondom dari tahun ke tahun. Kondom dapat diperoleh di semua Layanan Kesehatan MBM, yakni di Kantor MBM di Kapal, Rumah Sehat MBM di Abianbase, Dokter keluargaku di Bongan, In House Clinic Dyanapura dan Layanan Kesehatan Keliling MBM. Pada tahun 2011 MBM mendapat kondom dari BKKBN dan KPA Badung sebanyak 3000 buah dan lubrikan sebanyak 1000 sachet.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/kondom.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-189" title="kondom" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/kondom.jpg" alt="" width="700" height="305" /></a></p>
<p>2. Menurunya resiko Kematian karena HIV pada ibu dan bayinya melalui Mengupayakan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang tidak mampu, mengakses layanan kesehatan khususnya layanan kesehatan reproduksi perempuan</p>
<p>a. Kualitas Layanan Kesehatan MBM semakin baik dan mulai diterima masyarakat dapat dilihat dari kunjungan pasien baik pasien Kesehatan reproduksi, Pasien Umum dan Pasien ODHA dari tahun ke tahun meningkat. Dapat dilihat dalam tabel di bawah.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/layananmbm.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-191" title="layananmbm" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/layananmbm.jpg" alt="" width="700" height="312" /></a></p>
<p>b. MBM melayani masyarakat dan Jemaat GKPB melalui pelayanan kesehatan keliling untuk 786 orang.</p>
<p>c. Keluarga miskin yang melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi pada umumnya datang diantar Pendeta Jemaat dan Relawan MBM yaitu pada tahun 2011 sejumlah 66 perempuan (5% dari total pasien layanan kespro).</p>
<p>d. Rumah Sehat MBM di Abianbase salah satu layanan Kesehatan MBM, menempati lahan seluas 160 meter persegi telah dibeli oleh MBM per 25 Oktober 2011.</p>
<p>e. Dokter keluargaku di Bongan telah diperlengkapi dengan fasilitas pemeriksaan Ibu Hamil dan Melahirkan. Tersedia 2 kamar untuk rawat inap.</p>
<p>f. Meningkatnya Kesehatan Reproduksi pada Perempuan yang melakukan pemeriksaan Kesehatan reproduksi secara rutin di MBM.</p>
<p>Resiko kesakitan dan dan kematian akibat kanker leher rahim pada perempuan akan menurun. Tercatat ada 22 perempuan yang terdeteksi dari hasil pap smear mengalami perubahan sel di mulut rahim menjadi ganas (CIN – Cell Intraephitelial Neoplasm). Ada 4 orang yang telah melakukan perawatan lanjutan – pemeriksaan Kolposkopi dan Cone Biopsy atas saran patolog di YKI (Yayasan Kanker Indonesia). Mereka yang melakukan perawatan saat ini sehat, bebas dari Kanker Leher Rahim. Tetapi dilaporkan ada beberapa yang tidak bersedia melakukan perawatan berlanjut menjadi Kanker Leher Rahim dan meninggal dunia akibat penyakit tersbut.</p>
<p>Resiko kesakitan dan kematian karena infeksi pada organ reproduksi diantaranya Infeksi Menular Seksual (IMS) menurun. Dan sekaligus menurunkan resiko kesakitan dan kematian pada ibu hamil dan kematian pada bayi. Ini dibuktikan dari Prevalensi IMS pada perempuan yang datang untuk pemeriksaan kesehatan reproduksi untuk kunjungan ke dua dan seterusnya lebih rendah. Prevalensi IMS pada pasien yang datang pertama kali adalah 4% (22 kasus dari 484 pasien baru) sedangkan prevalensi IMS pada pasien yang pap smear pada kunjungan ke dua dan seterusnya, sebanyak 867 kunjungan adalah nol atau tidak ada. Hal ini terjadi karena perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan organ reproduksi, minum obat untuk pengobatan IMS bersama pasangan seksualnya dan memakai kondom untuk mencegah penularan IMS.</p>
<p>Dampak sampingan : Menurunnya Resiko infertilitas baik primer maupun sekunder yang diakibatkan infeksi pada organ repoduksi. Tercatat dari catatan medis di Layanan Kesehatan MBM, ada 4 perempuan dari pasangan infertil primer dan 10 perempuan dari pasangan infertil sekunder hamil pasca perawatan kesehatan reproduksi perempuan. Demikian pula sejumlah perempuan yang sudah tidak merencanakan kehamilan melaporkan hamil setelah melakukan perawatan kesehatan reproduksi. Sebelumnya walaupun tanpa alat kontrasepsi mereka tidak mengalami kehamilan.</p>
<p>g. Kesadaran Ibu Hamil untuk melakukan Deteksi Dini HIV mulai ada. Pada tahun 2011 ada 50 perempuan yang telah melakukan test HIV. Semua ibu hamil yang test dinyatakan tidak terinfeksi HIV. Dengan demikian resiko penularan HIV dari ibu kepada bayinya akan menurun.</p>
<p>h. Kesadaran 2 Orang Perempuan ODHA dampingan MBM yang sedang hamil untuk mengikuti program PMTCT baik. Secara rutin 2 ibu tersebut melakukan ANC, minum ARV, melahirkan dengan sectio caesia masing-masing pada tanggal 17 Mei 2011 dan 25 Juli 2011, serta tidak menyusui bayinya. Setelah bayi mereka berumur 18 bulan baru akan dapat dipastikan status HIV bayi-bayi tersebut.</p>
<p>3. Menurunnya stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan OHIDHA.</p>
<p>a. Meningkatnya kepercayaan diri ODHA dan OHIDHA dampingan MBM karena ada rasa aman, tanpa rasa stigma dan diskriminasi dilayani oleh MBM. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah ODHA yang tergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dari tahun ke tahun. Secara rutin mereka melakukan pertemuan untuk saling mendukung dan membagi pengalaman dalam membangun hidup yang berkualitas.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/odha.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-192" title="odha" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/odha.jpg" alt="" width="700" height="345" /></a><br />
b. Stigma dan Diskriminasi untuk ODHA di kalangan jemaat GKPB sudah menurun. Hal ini tercermin dari:</p>
<p>Sebagian besar Jemaat GKPB menyelenggarakan Ibadah dengan liturgi khusus pada Hari AIDS Sedunia. Pertama kali pada tahun 2011 MBM menerima persembahan dari Jemaat untuk Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan HIV sebesar Rp. 1.226.800 yang berasal dari GKPB Jemaat di Pajahan, Penataran, Kwanji, Sudimara, Bongan, Bajra dan Wanagiri.</p>
<p>Mulai timbulnya kesadaran Jemaat GKPB untuk menerima dan melayani ODHA seperti terjadi di GKPB Jemaat Seririt, GKPB Jemat Imanuel Piling, GKPB Jemaat Imanuel Tabanan, dan GKPB Jemaat Marga Pakerti Padang Tawang. Tetapi masih ada jemaat GKPB yang belum menerima ODHA dalam pelayanan di jemaatnya.</p>
<p>c. Layanan Kesehatan Publik melayani ODHA terutama ODHA dengan KTP Bali melalui layanan JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara). Ada 70 ODHA yang secara intensif dalam tahun 2011 didampingi oleh MBM. Mereka dibantu memenuhi kelengkapan administrasinya untuk mendapat layanan layanan kesehatan di RSUP. Layanan di RSUP saat ini cukup baik, tidak melakukan diskriminasi terhadap ODHA. ARV tersedia di RSUP, RSU Tabanan, RSU Badung, dan RSU Singaraja. Tetapi ARV untuk anak hanya bisa dilayani di RSUP Sanglah saja.</p>
<p>d. Diskriminasi masih banyak dilaporkan dilakukan oleh masyarakat adat terutama terhadap pelayanan ODHA yang meninggal dunia. Untuk itu MBM telah melakukan sosialisasi penanganan jenasah yang aman sesuai dengan standar keamanan universal. Seminar ini diselenggarakan untuk kelian Adat di Badung bekerjasama dengan KPAD Badung. Aparat Desa di Candikusuma, Manistutu, dan Tanguwisia. Total sosialisasi dilakukan untuk 298 orang.</p>
<p>e. ODHA sebagian besar belum mampu bekerja di sektor formal maupun informal yaitu mengembangkan usaha mandiri karena pendidikan yang rendah dan kondisi tubuh yang lemah. MBM menyediakan sarana pelatihan ketrampilan dan dampingan modal usaha. Pada tahun 2011 ada 6 orang yang diberikan dampingan modal usaha dengan nilai sebesar Rp. 6.500.000 dan 5 orang dibantu akses untuk mengikuti Pelatihan SPA.</p>
<p>f. ODHA dan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mempuanyai tempat aman. Selama tahun 2011 MBM memberi perlindungan untuk 9 orang (3 laki-laki dan 6 perempuan) selama 277 hari. Pada umumnya ODHA dalam masa sakit yang berat sebelum atau setelah pulang dari Rumah Sakit perlu tempat sementara. Demikian juga orang yang mengalami KDRT. Pendampingan juga dilakukan oleh MBM saat korban dimintai keterangan di kantor polisi.</p>
<p>4. Meningkatnya Peran aktif masyarakat khususnya Perempuan dan Rumah Tangga Miskin (RTM) dalam menentukan arah pembangunan.</p>
<p>a. Meningkatnya kesadaran Pemerintah Desa melibatkan kelompok perempuan dan keluarga miskin dalam Musrenbang Desa. Hal ini terjadi di Desa Candikusuma dan Manistutu yang sudah mengundang perwakilan perempuan dan keluarga miskin hadir di Musrenbang Desa tahun 2011.</p>
<p>b. Meningkatnya kepedulian Pemerintah Desa untuk meningkatkan pendapatan keluarga pada kelompok Rumah Tangga Miskin (RTM). Hal ini dapat dilihat dari aktifnya Pemerintah Desa Candikusuma, Manistutu dan Pengotan memfasilitasi dan mendampingi RTM dalam pertemuan dengan pihak ke tiga (MBM dan lembaga lainnya) khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesehatan masyarakat.</p>
<p>c. Meningkatnya kepercayaan diri RTM untuk terlibat dalam Musrenbang Desa. Dengan diundangnya Perempuan dan RTM di Desa Candikusuma dan Manistutu oleh Pemerintah Desa, mereka merasa menjadi bagian yang setara dalam masyarakat. Usulan-usulan mereka diantaranya : Bantuan pembanguna toilet untuk RTM, Bantuan modal usaha untuk perempuan dan keluarga miskin, pelengkapan alat-alat untuk layanan posyandu. pelatihan ketrampilan untuk RTM. Usulan-usulan tersebut direspon dengan baik oleh desa. Diantaranya, Desa Manistutu dari Alokasi Dana Desa mendukung pembangunan toilet untuk 10 RTM dan Desa Candikusuma selalu melibatkan atau memasukkan RTM dalam pembentukan kelompok pemberdayaan ekonomi untuk kelompok Nelayan.</p>
<p>d. Meningkatnya tanggung jawab RTM atas modal usaha yang dikelolanya. Hampir semua kelompok RTM dampingan MBM di Manistutu (30 RTM), Candikusuma (30 RTM), Pengotan (20 RTM) bertanggung jawab dalam pengelolaan modal usaha yang diberikan oleh MBM, rata-rata Rp. 1.000.000 per RTM. Kelompok RTM di Manistutu dan Pengotan mempergunakan modal usaha untuk memelihara babi yang disepakati 5 bulan per periode. Saat ini sudah 18 RTM di Manistutu sudah masuk dalam pemeliharaan periode ke dua, sedangkan sisanya dalam persiapan penjualan. Di Pengotan semua masih dalam periode pertama dan semua babi dipelihara dengan baik. Di Candikusuma RTM mempergunakan modal usaha untuk berbagai jenis usaha kecil seperti berjualan sayur, membuat arang, pengolahan ikan, dll. Mereka telah mengelola modal tersebut selama 8 bulan dengan tingkat pengembalian di atas 90%.</p>
<p>e. Meningkatnya kesadaran kesehatan RTM. Ada 65 RTM telah membangun toilet dengan subsidi dari MBM sebesar Rp. 500.000 per keluarga. Dalam observasi kami, semua RTM sangat senang bisa mempergunakan toilet dalam kehidupan keseharian mereka. Ada 25 perempuan RTM di Desa Pengotan sudah mau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi.</p>
<p>f. Meningkatnya ekonomi keluarga RTM. (1) Hasil penjualan Babi yang dilakukan Ibu Kadek Putriasih telah dipergunakan untuk membayar SPP anak pertama mereka yang sekolah di SMK. (2) Bapak Nengah Pariasa menyampaikan keuntungan penjualan babi dipergunakan untuk upacara tigabulanan anak mereka. Sehingga mereka tidak pinjam uang yang biasanya berbunnga 10%. (3) Bapak I Wayan Tinggal mendapat keuntungan sebesar Rp. 900.000 dari pemeliharaan 3 ekor babi selama 4 bulan dan akan dipergunakan untuk membeli babi, sehingga ada 4 ekor babi yang dipelihara pada periode ke dua.</p>
<p>g. Meningkatnya ketrampilan Perempuan dalam menjahit yang berpotensi untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Ada 35 perempuan yang sedang mengikuti pelatihan menjahit, 12 orang di Desa Blimbingsari Jembrana dan 23 orang di Desa Kemoning Klungkung.</p>
<p>h. Telah selesai dibangun Ruang Pertemuan untuk Program Advokasi perempuan dan Keluarga Miskin di Jembrana dengan dukungan dana dari Uniting World di Kantor MBM Negara.</p>
<p>Dinamika dalam penyelenggaraan Program 2011:</p>
<p>1. Paradigma pendampingan dengan pendekatan pemberdayaan versus charitas. Pendampingan untuk RTM, ODHA atau kelompok-kelompok marginal lainnya adalah untuk memberdayakan mereka. MBM melakukan dengan metode edukasi, pendampingan modal usaha, pelatihan ketrampilan dan layanan kesehatan. Di lapangan upaya pemberdayaan juga oleh kelompok-kelompok lain khususnya pemerintah, baik dengan APBD maupun APBN. Pendekatan yang dilakukan melalui bantuan sosial dengan sistem hibah dirasakan mengurangi semangat kemandirian kelompok tersebut. Mereka selalu berharap untuk mendapat bantuan dari waktu ke waktu. Hal ini dirasakan oleh MBM menjadi salah satu hambatan dalam pemberdayaan kelompok marginal.</p>
<p>2. Kepercayaan dan mitos yang berkembang di masyarakat. Ada kejadian yang diceritakan oleh salah satu RTM dampingan MBM di Jembrana. Keluarga ini mendapat dampingan 3 ekor babi. 2 ekor mati, dan ditenggarai disebabkan oleh kekuatan supranatural dari salah satu tetangga mereka. Kejadian ini menyebabkan keluarga ini mengundurkan diri dari program karena mereka takut kejadian yang sama terulang lagi.</p>
<p>3. Mundurnya Jadwal Penyelenggaraan Program Menyesuaikan dengan Hari-hari Baik Umat Hindu dan Upacara Adat. Pembelian babi untuk RTM selalu harus mengikuti hari-hari baik yang disarankan oleh kelian adat. Sehingga seringkali program mundur rata-rata 2 – 3 minggu dari yang direncanakan. Demikian pula jadwal pertemuan untuk pelayanan kesehatan, seringkali batal karena berbenturan dengan upacara adat.</p>
<p>4. Mutasi Pimpinan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) bisa terjadi 2 kali dalam setahun. Situasi ini menyebabkan cukup terhambatnya progress Program Advokasi Perempuan dan keluarga Miskin di Jembrana bersama dengan Jaringan SAPA. MBM sebagai bagian penting dalam jaringan SAPA harus kembali memperkenalkan diri dan program SAPA kepada Pimpinan SKPD yang baru. Upaya untuk merubah paradigma Pemerintah Daerah agar perencanaan pembangunan di Jembrana mengacu pada kebutuhan masyarakat mejadi tersendat-sendat dengan sistem pergantian personil yang sering tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/laporan-tahunan/laporan-yayasan-maha-bhoga-marga-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunitas Kristen Mendukung Program Kesehatan Reproduksi Perempuan</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/komunitas-kristen-mendukung-program-kesehatan-reproduksi-perempuan-2/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/komunitas-kristen-mendukung-program-kesehatan-reproduksi-perempuan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 04:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 14 Januari 2011 MBM mengundang semua Pemuka Agama Kristen, Pemuka Masyarakat Pendeta dan Ketua kelompok dampingan MBM untuk rapat kerja program MBM tahun 2011. Pada kesempatan tersebut MBM menyampaikan laporan penyelenggaraan program 2010 dan pemaparan program kerja tahun 2011. Pertemuan ini dihadiri oleh 78 orang, dimana 28 orang diantaranya adalah perempuan. Salah satu &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/komunitas-kristen-mendukung-program-kesehatan-reproduksi-perempuan-2/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image001.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-229" title="image001" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image001.jpg" alt="" width="314" height="209" /></a>Pada tanggal 14 Januari 2011 MBM mengundang semua Pemuka Agama Kristen, Pemuka Masyarakat Pendeta dan Ketua kelompok dampingan MBM untuk rapat kerja program MBM tahun 2011. Pada kesempatan tersebut MBM menyampaikan laporan penyelenggaraan program 2010 dan pemaparan program kerja tahun 2011. Pertemuan ini dihadiri oleh 78 orang, dimana 28 orang diantaranya adalah perempuan.</p>
<p>Salah satu paparan adalah hasil pemeriksaan deteksi dini kesehatan reproduksi perempuan sepanjang tahun 2010. Telah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.459 perempuan. Dari pemeriksaan tersebut ada 3% yakni 42 perempuan didiagnosa ada pre cervix cancer dan memerlukan tindakan colposcopy. Selain itu ada 28 orang didiagnosa Sexual Transmitted Infection. Dengan penemua awal dan penanganan yang tepat mereka segera sehat kembali. Inilah pentingnya deteksi dini kesehatan reproduksi perempuan. Melalui deteksi dini akan menjamin peningkatan kualitas kesehatan perempuan dan masyarakat secara umum.<span id="more-228"></span></p>
<p>Dinas Kesehatan melaporkan hasil survey rumah tangga yang menemukan bahwa 1,2 persen dari sekitar 56.000 ibu hamil per tahun di Bali yang positif HIV/AIDS. Pada tahun 2010 ada 300 bayi tertular HIV dari ibunya di Bali. Kejadian ini bisa ditekan bila dilakukan pemeriksaan deteksi dini terhadap semua perempuan setiap tahun terutama pada ibu yang mempersiapkan diri untuk hamil atau sedang hamil.<br />
Hasil pemaparan di atas menggugah perempuan dan pendeta yang hadir untuk mendukung program Pemeriksaan Deteksi Dini Kesehatan Reproduksi untuk perempuan di lingkungan jemaat. Beberapa jemaat GKPB seperti Jemaat Nusa Dua, Legian, Kwanji Buduk, dan Dhynapura mengalokasikan dana khusus untuk mendukung program Pemeriksaan Kesehatan reproduksi Perempuan terutama perempuan yang tidak mampu membayar biaya sebesar RP. 60.00 per pemeriksaan. Pada semester pertama jumlah telah diperiksa sebanyak 758 perempuan, 30 diantaranya adalah perempuan yang yang sedang hamil. 2 diantara perempuan yang hamil adalah orang dengan HIV positif. Dalam masa kehamilan MBM mendampingi mereka untuk memastikan mereka taat dengan program PMTCT (Prevent Mother to Child Transmission). Saat ini mereka telah melahirkan dan setelah bayi mereka berusia 18 bulan baru bisa dipastikan apakah program PMTCT berhasil mencegah transmisi HIV ke tubuh bayinya.</p>
<p>Pengetahuan dan kesadaran dari pemimpin kelompok, pemuka agama, para perempuan dan masyarakat pada umumnya akan pola hidup sehat terutama kesehatan reproduksi akan membantu upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi dan penularan HIV dari ibu kepada bayinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/komunitas-kristen-mendukung-program-kesehatan-reproduksi-perempuan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“DARI KAMI, OLEH KAMI, UNTUK KAMI”</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/dari-kami-oleh-kami-untuk-kami/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/dari-kami-oleh-kami-untuk-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 00:51:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[ “Mas, mas, saya beli pupuknya satu kampil ya,” begitu permintaan seorang pria setengah baya, sambil menghadang penulis ketika jam masuk kantor di pagi hari. “Ya pak, mau diantar atau dibawa sendiri?”, balik penulis bertanya. “Biar saya bawa sendiri saja,” sambungnya dengan cepat, tanpa meninggalkan senyumnya yang khas. Begitulah, karena “pekerjaannya” setiap hari adalah mengantar istrinya &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/dari-kami-oleh-kami-untuk-kami/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> <strong><em>“Mas, mas, saya beli pupuknya satu kampil ya,” begitu permintaan seorang pria setengah baya, sambil menghadang penulis ketika jam masuk kantor di pagi hari. “Ya pak, mau diantar atau dibawa sendiri?”, balik penulis bertanya. “Biar saya bawa sendiri saja,” sambungnya dengan cepat, tanpa meninggalkan senyumnya yang khas.</em></strong></p>
<p><strong><em>Begitulah, karena “pekerjaannya” setiap hari adalah mengantar istrinya yang bekerja di kantor Sinode GKPB –satu lokasi dengan kantor Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM), penulis sering bertemu dengan bapak yang biasa dipanggil Pak Bagia ini. Sering sekali Pak <span id="more-230"></span></em></strong></p>
<p><strong><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0031.gif"><img class="alignleft  wp-image-256" title="image003" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0031.gif" alt="" width="232" height="658" /></a></strong><strong></strong></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="204" height="45">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p><strong><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0023.jpg"><img class="wp-image-257 alignleft" style="border: 7px solid white;" title="image002" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0023.jpg" alt="" width="221" height="192" /></a></strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Pak Bagia </strong><strong></strong><strong>sedang m</strong><strong></strong><strong></strong><strong>erawat tanaman hiasnya</strong></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Bagia membeli pupuk Yobel yang dibuat di MBM, kadang 1 <em>kampil </em>(kantong) kecil, atau beberapa bungkus pupuk Yobel.</p>
<p>Penulis sendiri bertanya-tanya, untuk apa pupuk yang dibeli Pak Bagia. Maka, untuk mengetahui hal itu, penulis mendatangi rumah Pak Bagia yang terletak di wilayah Dalang, Abianbase.</p>
<p>“Pupuk yang saya beli, saya gunakan untuk memupuk tanaman-tanaman yang saya punya,” begitu pengakuan kakek dari Rehu, ketika ditanya mengenai penggunaan pupuk Yobel yang dibelinya” Saya memang suka menanam tanaman, baik tanaman hias ataupun buah-buahan,” lanjutnya. Memang tak mengherankan, karena di halaman rumahnya, banyak tanaman hias yang diletakkan dalam pot-pot. Ada juga pohon jambu dan mangga.</p>
<p>Suami dari Ni Luh Nilawati ini mengakui kalau pupuk Yobel yang dibelinya memang sangat bagus manfaatnya untuk tanamannya. “Warna hijau daunnya lebih pekat, selain itu daunnya juga lebih lebar,” katanya meyakinkan.</p>
<p>Bapak yang rajin mengikuti pertemuan kelompok Bumi Hijau Lestari ini memberitahukan alasannya kenapa dia membeli pupuk Yobel. Menurutnya, “pupuk Yobel adalah dari kami, oleh kami,</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="180" height="70">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p align="right"><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image005.jpg"><img class="alignleft  wp-image-258" style="border: 7px solid white;" title="image005" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image005.jpg" alt="" width="254" height="171" /></a></p>
<p align="right"><strong>Jambu dalam </strong><strong>pot ini juga dipupuk menggunakan kompos Yobe</strong></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: left;">untuk kami. Maksudnya adalah, bahwa pupuk Yobel ini adalah sampah yang kami pilah di rumah, lalu diolah oleh MBM untuk dijadikan benda yang bermanfaat (pupuk-red). Untuk itulah saya tidak ragu mengeluarkan uang untuk membeli pupuk ini, karena ini juga milik kelompok.”</p>
<p> Penulis sempat tertegun mendengar penjelasan Pak Bagia. Memang harus diakui, banyak anggota kelompok yang belum “merasa memiliki” akan pupuk Yobel ini. Hanya beberapa anggota kelompok saja yang menggunakan pupuk Yobel secara rutin. Benar-benar semangat yang tulus yang dimiliki oleh Pak Bagia.</p>
<p>Dibalik semangat tersebut, tidak bisa dipungkiri, bapak yang memiliki 2 anak laki-laki ini memang memanfaatkan sebagian besar halaman rumahnya untuk ditanami tanaman hias. Bahkan banyak juga orang yang sudah meminta tanaman hias kepunyaannya. Dia juga mengakui kalau banyak orang yang menanyakan “resep” suburnya tanaman yang ia tanam, dan jawabnya, “Pupuk Yobel dari MBM.”</p>
<p>Di tahun 2012 ini, MBM merencanakan program bagi anggota kelompok BHL untuk menanam sayur di lingkungan rumah. Hal ini tentu dibutuhkan niat, kesadaran, dan kontinuitas dari anggota kelompok. Dengan begitu, penggunaan pupuk kompos, baik Yobel ataupun buatan anggota kelompok sendiri, akan dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman sayur tersebut.</p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="332" height="76">
<table width="100%" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p style="text-align: center;"><strong><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image007.jpg"><img class="wp-image-259 aligncenter" style="border: 7px solid white;" title="image007" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image007.jpg" alt="" width="221" height="171" /></a></strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Walaupun lahan terbatas, menanam tumbuhan dapat dilakukan juga dengan menggunakan pot</strong></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Semoga, dengan ketekunan yang dimiliki Pak Bagia, anggota kelompok yang lain juga dapat turut serta mulai menanam tanaman dengan menggunakan pupuk alami/kompos, yang dapat dibuat dari sampah organik mereka.<a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0111.jpg"><img class="alignleft  wp-image-262" style="border: 7px solid white;" title="image011" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0111.jpg" alt="" width="216" height="163" /></a><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image009.jpg"><img class="alignright  wp-image-261" style="border: 7px solid white;" title="image009" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image009.jpg" alt="" width="227" height="162" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/dari-kami-oleh-kami-untuk-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“KADER KESEHATAN TERNAK DARI  DESA TARO”</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/kader-kesehatan-ternak-dari-desa-taro/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/kader-kesehatan-ternak-dari-desa-taro/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 01:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Kalau mendengar Desa Taro, kita teringat akan sekawanan sapi putih yang hanya terdapat di desa itu yang sudah dikenal oleh masyarakat Bali,  khususnya umat Hindu Darma. Desa Taro dipimpin oleh seorang Prebekel yang mewilayahi 14 dusun. Salah satu dusunnya adalah Dusun Pakuseba yang terletak di sebelah barat Desa Taro dengan jumlah penduduk 600 jiwa. Keadaan &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/kader-kesehatan-ternak-dari-desa-taro/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><em>Kalau mendengar Desa Taro, kita teringat akan sekawanan sapi putih </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>yang hanya terdapat di desa itu yang sudah dikenal oleh masyarakat Bali,</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em> khususnya umat Hindu Darma. </em></strong><strong><em>Desa Taro dipimpin oleh seorang Prebekel yang mewilayahi 14 dusun. Salah satu dusunnya adalah Dusun Pakuseba yang </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>terletak di sebelah barat Desa Taro dengan jumlah penduduk 600 jiwa. Keadaan geografisnya sangat subur  serta udaranya sangat sejuk. Penduduknya  </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>sangat ramah, hampir 90 % penduduk dusun Pakuseba </em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>bermata pencaharian sebagai petani.<span id="more-233"></span></em></strong></p>
<p> Pada tanggal 21 Mei 2007, beberapa anggota masyarakat Dusun Pakuseba mengundang MBM untuk datang guna memberikan penjelasan tentang program Kelompok Ternak Sapi. Pada pertemuan tersebut hadir 10 orang, yang terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan. Dari penjelasan yang disampaikan oleh staf MBM masyarakat yang hadir sangat tertarik akan program tersebut. Saat itu juga dibentuklah kelompok dengan jumlah anggota 5 KK, yang diketuai oleh Wayan Warsana.</p>
<p>Wayan Warsana memiliki 3 orang anak dan satu istri, dia sangat rajin dan ulet bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia adalah sosok yang sangat bertanggung jawab baik di keluarga maupun di kelompok. Ia bahkan tidak pernah absen jika diundang untuk menghadiri pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan oleh MBM.<a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0024.jpg"><img class="alignleft  wp-image-313" style="border: 7px solid white;" title="image002" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0024.jpg" alt="" width="204" height="177" /></a></p>
<p><strong>Relawan Kesehatan Ternak</strong></p>
<p>Pada tanggal 2-3 September 2009, seluruh ketua Kelompok Peternak Sapi (KPS) dampingan MBM diundang untuk mengikuti pelatihan kader kesehatan ternak yang diselenggarakan di kampus MBM. Awalnya, pelatihan diikuti oleh 32 orang. Untuk pelatihan berikutnya diseleksi menjadi 15 orang, sampai pelatihan terakhir peserta berjumlah 9 orang dan yang dinyatakan berhasil sebagai kader kesehatan hewa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>hanya 7 orang, termasuk Wayan Warsana.</p>
<p>Dari ketrampilan yang ia peroleh dalam pelatihan tersebut, Bapak yang kalem ini  langsung mempraktekan ilmu yang dia dapatkan, yaitu dengan mengobati ternak anggota kelompok. Untuk menambah ilmu, dia tak segan-segan bertanya kepada para Instruktur yang pernah mengajarnya pada saat pelatihan.</p>
<p>Dari praktek-praktek pengobatan hewan di kelompok, Wayan Warsana dengan tidak kenal lelah terus belajar dan mengawasi ternak kelompok. Dari apa yang ia lakukan di kelompok, sekarang, bapak tiga anak ini, sering diminta oleh warga dusunnya untuk menangani ternak–ternak yang sakit. Kadang-kadang dalam sehari sampai 5 orang yang minta tolong pada Wayan Warsana untuk mengobati ternak mereka.</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image004.jpg"><img class="alignleft  wp-image-314" style="border: 7px solid white;" title="image004" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image004.jpg" alt="" width="216" height="179" /></a></p>
<p>Bapak setengah baya ini tidak menyangka akan jadi seperti ini, bahwa bekal ketrampilan yang diberikan oleh MBM kepada anggota KPS sangat besar manfaatanya bagi masyarakat di sekitar kelompok. Apalagi masyarakat di tempat tinggalnya memberikan kepercayaan kepadanya untuk menangani kesehatan  ternak mereka. Diakui oleh Wayan Warsana, bahwa melalui membantu masyarakat umum juga sangat memberikan nilai tambah padanya, selaku kader kesehatan ternak MBM.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0061.jpg"><img class="alignleft  wp-image-316" style="border: 7px solid white;" title="image006" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0061.jpg" alt="" width="249" height="263" /></a><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image007.png"><img class="alignleft  wp-image-317" style="border: 7px solid white;" title="image007" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image007.png" alt="" width="224" height="126" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image010.jpg"><img class="alignleft  wp-image-318" style="border: 7px solid white;" title="image010" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image010.jpg" alt="" width="207" height="134" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya selaku kader sungguh merasa bersyukur dan berterimakasih atas pelatihan-pelatihan yang saya ikuti, ini sangat luar biasa manfaatnya bagi kelompok, keluarga, dan masyarakat. Saya tidak menyangka akan jadi begini, pada awalnya saya hanya hadir dan mengikuti pelatihan. Tapi ternyata manfaatnya sangat besar. Dengan adanya tambahan pendapatan dari melayani kesehatan ternak masyarakat umum, saya bisa menabung dan mencukupi keperluan sehari-hari”, demikian ungkap Wayan Warsana menutup pembicaraan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/kader-kesehatan-ternak-dari-desa-taro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wujud dari Sebuah Mimpi</title>
		<link>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/wujud-dari-sebuah-mimpi/</link>
		<comments>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/wujud-dari-sebuah-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 01:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>astinpro</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA BINAAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mahabhogamarga.org/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; &#160; &#160; Ibu Ana demikian nama panggilan dari ibu yang bernama   lengkap    Natalia Tahu. Wanita kelahiran  Kupang ini datang ke Bali bersama suami dengan tujuan mencari penghidupan yang lebih baik. Dengan berbekal ijazah SMA, banyak macam perkerjaan yang sudah dicoba Ibu yang  berusia 32 tahun  ini. Dalam kurun waktu tujuh  tahun, istri dari &#8230; <a href="http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/wujud-dari-sebuah-mimpi/">Read more <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0021.gif"><img class="alignleft  wp-image-326" style="border: 7px solid white;" title="image002" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0021.gif" alt="" width="134" height="126" /></a><a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0032.gif"><img class="wp-image-327 alignleft" style="border: 7px solid white;" title="image003" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0032.gif" alt="" width="257" height="130" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Ibu Ana </strong>demikian nama panggilan dari ibu yang bernama   lengkap    Natalia Tahu. Wanita kelahiran  Kupang ini datang ke Bali bersama suami dengan tujuan mencari penghidupan yang lebih baik. Dengan berbekal ijazah SMA, banyak macam perkerjaan yang sudah dicoba Ibu yang  berusia 32 tahun  ini. Dalam kurun waktu tujuh  tahun, istri dari Oktorius Nenotek ini pernah bekerja di klinik Akupuntur yang berlokasi  di Perumahan Dalung Permai, juga pernah  bekerja sebagai terapist di  salah satu spa yang berlokasi jalan Gatot Subroto Barat. Sebagai guru Taman Kanak-kanak juga pernah dilakukan   di Kwanji Dalung. Pada tahun 2005, Ibu dua putra ini sempat melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Injili Indonesia (STII) Bali.  Walaupun telah menyelesaikan pendidikan pada tahun 2009,  tetapi  tidak meneruskan panggilannya menjadi hamba Tuhan (Pendeta).<span id="more-236"></span></p>
</div>
<p>“Walaupun saya bekerja pindah-pindah, bukan berarti saya tipe orang yang tidak tetap pendirian lho!” ucapnya sambil tersenyum manis.  Setelah beberapa kali pindah tempat bekerja akhirnya ibu dari Iyan dan Adli ini  sadar kalau hal seperti itu kurang bagus untuk meniti karier. “ Berpindah-pindah kerja memang memberi pengalaman banyak tapi dari segi nafkah yang diperoleh tidak akan mengalami peningkatan sedangkan biaya hidup terus bertambah, “ tambahnya.</p>
<p>Perkenalan dengan Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM), ketika ada program pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Perempuan Mandiri (KPM),  pada tahun 2008. Dengan ikut menjadi anggota <strong>KPM Mulia</strong>, banyak informasi dan teman yang diperoleh. Ketika kebutuhan modal usaha tidak dapat</p>
<p>dipenuhi melalui kelompok, program pinjaman individu menjadi tempat untuk modal. Ketika ada masalah keuangan yang mendesak, MBM menjadi tempat pertama untuk memperoleh pinjaman.  Ibu yang setia dengan kendaraan</p>
<p><em>mio</em>-nya memiliki banyak ketrampilan seperti <em>massage</em>, <em>spa</em>, akupuntur dan  tata rias.  Dengan bermacam-macam ketrampilan dan pengalaman yang dimiliki tersebut,  Ibu yang penampilannya selalu berdandan dan ber<em>make-up</em> ini, terinspirasi untuk membuka usaha sendiri berupa salon kecantikan.  Memulai sebuah usaha tentu memerlukan banyak biaya untuk menyewa tempat dan perlengkapan.   Untuk memenuhi kebutuhan modal usahanya, MBM dipilih menjadi tempat untuk memperoleh pinjaman. Pada awal Desember 2010,  permohonan kredit sebesar sepuluh juta rupiah diajukan di Unit Pinjaman Modal Sarana Usaha (PMSU) Kapal. Ini merupakan permohonan pinjaman yang ke empat, dengan jumlah yang cukup besar.  Sambil menunggu jawaban permohonan kredit, Ibu yang tidak henti-hentinya belajar ini mengikuti kursus tata rias hampir selama satu bulan dan mencari  tempat yang cocok untuk membuka usaha salon. Lokasi yang diperoleh dan dianggap strategis adalah di seputaran Tibungsari daerah Kwanji di Kelurahan Dalung.  Ketika ditanya mengapa dipilih tempat usaha di daerah Kwanji.  Dengan ia menjawab “Saya pilih daerah Kwanji karena saya adalah anggota Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB)  Jemaat Hosana. Jadi saya bisa lakukan promosi ketika ada kegiatan di gereja”.  Masuk akal juga, <em>sambil menyelam minum air</em>, peribahasa yang cocok diterapkan untuk Ibu yang tinggal  Perumahan Bernasi Permai Nomor 4, Desa Buduk, Kecamatan  Mengwi, Kabupaten Badung.</p>
<p>Hampir dua minggu setelah pengajuan,  permohonan pinjaman di MBM disetujui dan direalisasi pada tanggal 14 Desember 2010 sebesar Rp. 10.000.000,-  Pinjaman  tersebut dipakai untuk membayar biaya sewa tempat usaha selama dua tahun sebesar Rp. 7.500.000,- dan sisanya dipergunakan untuk membeli perlengkapan salon.  Untuk memulai  usahanya,  tanggal 22 Desember dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Pembukaan dilakukan dengan berdoa bersama keluarga. <strong><em>ANNA SALON</em></strong> demikian pilihan nama yang dipakai agar langganan mudah  mengingatnya.  Anna Salon  mempekerjakan dua orang karyawati dengan sistem penggajian yang berbeda yang tergantung dari pengalaman yaitu  gaji pokok ditambah 15% dari setiap pelanggan yang dilayani. penghasilan rata-rata sekitar Rp 1.500.000,-  per bulan.  Layanan yang diberikan oleh Anna Salon berupa: <em>massage</em>, <em>lulur</em>, <em>facial</em>, <em>creambath</em>, <em>bleaching</em>, <em>rebonding, semir, potong rambut, dan rias wajah.</em> Biaya perawatan yang ditawarkan Anna Salon tergantung pada bahan atau merk yang diminta pasien. Hingga sekarang,   sudah hampir setahun istri pegawai distributor  ban mobil  menjalani usaha salon,  penghasilan bersih yang diperoleh per bulan mencapai <a href="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0051.jpg"><img class="alignleft  wp-image-328" style="border: 7px solid white;" title="image005" src="http://mahabhogamarga.org/wp-content/uploads/2012/02/image0051.jpg" alt="" width="179" height="134" /></a> Rp. 3.000.000. Biaya yang dikeluarkan adalah untuk membayar gaji, angsuran pinjaman, membeli bahan, pemakaian listrik dan air.  Sebelum buka usaha salon ini, penghasilannya hanya cukup untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, tetapi sekarang penghasilannya mencapai dua kali lipat.</p>
<p>Dengan penghasilan tersebut ibu yang ingin memiliki rumah sendiri ini sudah  ikut membantu suami yang sekarang bekerja di salah satu distributor ban, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.</p>
<p>Banyak hambatan yang mulai timbul ketika memulai usaha seperti banyaknya bermunculan usaha sejenis dan persaingan usaha sangat ketat, berkat kerja keras usaha  ibu yang ulet ini tetap berjalan dan siap bersaing karena merupakan tantangan yang harus dihadapi agar pelanggan tidak berpaling ke tempat lain.  Hambatan lainnya adalah harga bahan baku salon terus mengalami kenaikan sehingga berpengaruh pada keuntungan yang diperoleh. Salah satu strategi pelayanan yang diberikan  kepada pelanggan adalah dengan pelayanan di rumah jika ada pelanggan yang meminta  <em>massage</em> tetapi  tidak sempat datang ke Anna Salon. Dengan cara demikian pelanggan setia dapat selalu dilayani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><strong><em>Selamat bekerja Ibu Ana </em></strong></p>
<p align="right"><strong><em>semoga cita-cita Ibu untuk membelirumah </em></strong></p>
<p align="right"><strong><em>cepat</em></strong><strong><em> terwujud</em></strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mahabhogamarga.org/ceritabinaan/wujud-dari-sebuah-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

